Selasa, 08 Maret 2011

Seks Bebas di Kalangan Remaja SMA

Seks Bebas di Kalangan Remaja SMA

ANDA kepingin tahu tingkah remaja masa kini? Meski ini tidak mewakili seluruh remaja, namun bisa kita jadikan bahan renungan. Ternyata lima dari seratus pelajar setingkat SMA di Jakarta telah melakukan hubungan seks sebelum menikah.
Pola pacaran yang dilakukan antara lain mulai berciuman bibir, meraba-raba dada, menggesekkan alat kelamin (petting) hingga berhubungan seks. Perilaku seks pranikah itu pun erat kaitannya dengan penggunaan narkoba di kalangan para remaja. Tujuh dari 100 pelajar SMA pernah memakai narkoba.
Hal itu dikemukakan oleh Rita Damayanti saat menyampaikan hasil penelitiannya untuk meraih gelar doktor pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), di Depok, Jawa Barat, Rabu (3/1).
Dia meneliti 8.941 pelajar dari 119 SMA dan yang sederajat di Jakarta.
Menurutnya, perilaku seks pranikah itu cenderung dilakukan karena pengaruh teman sebaya yang negatif. Apalagi bila remaja itu bertumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga yang kurang sensitif terhadap remaja. Selain itu, lingkungan negatif juga akan membentuk remaja yang tidak punya proteksi terhadap perilaku orang-orang di sekelilingnya.
Bahkan, remaja yang merasa bebas dan tidak terkekang, ternyata lebih mudah jatuh pada perilaku antara, yaitu merokok dan alkohol. Ujung-ujungnya dari perilaku antara itu, pelajar akan berperilaku negatif seperti mengonsumsi narkoba dan melakukan seks pranikah.
Untuk menangani masalah tersebut, Rita menyarankan sekolah agar memberikan informasi yang intensif kepada siswanya tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, kegiatan yang dilakukan remaja harus terus dipantau dan dibimbing orangtua. Remaja yang bertanggung jawab dan paham dengan tujuan hidupnya, juga bisa tergelincir pada pertemanan negatif.
“Back to basic, cintai anak-anak, beri perhatian yang cukup, dan penuhi kebutuhan psikologisnya. Pola asuh yang positif akan membentuk anak-anak menjadi lebih tangguh,” ucapnya.
Dalam penelitiannya, Damayanti menyebutkan berpacaran sebagai proses perkembangan kepribadian seorang remaja karena ketertarikan antarlawan jenis. Namun, dalam perkembangan budaya justru cenderung permisif terhadap gaya pacaran remaja. Akibatnya, para remaja cenderung melakukan hubungan seks pranikah.
Berdasarkan penelitiannya, perilaku remaja laki-laki dan perempuan hingga cium bibir masih sama. Akan tetapi, perilaku laki-laki menjadi lebih agresif dibandingkan remaja perempuan mulai dari tingkatan meraba dada. Seks pranikah yang dilakukan remaja laki-laki pun dua kali lebih banyak dibandingkan remaja perempuan.
Perilaku pacaran remaja SLTA di Jakarta:
Perilaku pola pacaran —- Perempuan —- Laki-Laki —- Total
………………………………………. (%) …………..(%) …. ………. (%)
Ngobrol, Curhat ———— 97,1 ——— 94,5 ——– 95,7
Pegangan tangan ———— 70,5 ——— 65,8 ——— 67,9
Berangkulan —————–49,8———- 48,3———-49,0
Berpelukan —————– 37,3 ———- 38,6 ——– 38,0
Berciuman pipi ————– 43,2 ———- 38,1 ——– 40,4
Berciuman bibir ————- 27,0 ———- 31,8 ——– 20,5
Meraba-raba dada ———– 5,8 ———- 20,3 ——– 13,5
Meraba alat kelamin ———- 3,1 ———- 10,9 ——— 7,2
Menggesek kelamin ———– 2,2———– 6,5 ——— 4,5
Melakukan seks oral ———- 1,8 ———– 4,5 ——— 3,3
Hubungan seks —————-1,8 ———– 4,3———- 3,2
** Hasil Penelitian Program Studi Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rita Damayanti
Perilaku bergeser:
Menurut Siswanto A Wilopo, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), saat ini telah terjadi pergeseran perilaku seksual di kalangan remaja. Tetapi karena ketidaktahuan mereka banyak pula tindakan yang mereka ambil membuat paramedis maupun orang tua terkejut.
Surya, staf Seksi Evaluasi Direktorat Kesehatan Reproduksi Remaja BKKBN juga mengatakan, dari data yang dihimpunnya banyak kaum remaja putri maupun putra mengalami infeksi di alat reproduksinya, bahkan menyebabkan kematian.
”Permasalahan utama kesehatan reproduksi remaja (KRR) di Indonesia, kurangnya informasi mengenai kesehatan reproduksi, masalah pergeseran perilaku seksual remaja, pelayanan kesehatan yang buruk serta perundang-undangan yang tidak mendukung,” ujar Surya..
Menurut data Kesehatan Reproduksi yang dihimpun Jaringan Epidemiologi Nasional (JEN, 2002), jelas Surya, informasi KRR secara benar dan bertanggung jawab masih sangat kurang. Pemberian informasi tentang KRR di beberapa tempat masih dipertentangkan, apalagi jika diberi judul pendidikan seksual.
”Masih terdapat anggapan, pendidikan seksual justru akan merangsang remaja melakukan hubungan seksual. Selain itu sebagian besar orang tua yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai hal ini, tidak memiliki kemampuan menerangkan serta tidak memiliki informasi memadai.”
Padahal, lanjutnya, survei yang dilakukan WHO (organisasi kesehatan dunia) di beberapa negara memperlihatkan, adanya informasi yang baik dan benar, dapat menurunkan permasalahan kesehatan reproduksi pada remaja.
Masalah yang dialami remaja tersebut sebetulnya tidak semata akibat pergeseran budaya atau pengaruh pergaulan. Kemajuan dalam perbaikan gizi di Indonesia juga ternyata menjadi pemicu pergeseran perilaku seksual di kalangan remaja.
Kasubdit Kesehatan Reproduksi Remaja BKKBN A Djabbar Lukman yang ditemui Media di ruang kerjanya mengakui peningkatan gizi saat ini mengakibatkan hormon seorang anak menjadi lebih cepat matang. Akibatnya seorang remaja putri akan lebih cepat mengalami menstruasi dan kematangan organ-organ reproduksi. Ini juga yang menyebabkan hasrat seksual mulai timbul pada usia relatif muda.
”Selain hormon, pengaruh lingkungan juga menjadi salah satu penyebab timbulnya pergeseran perilaku remaja. Globalisasi menyebabkan aksesibilitas remaja terhadap pornografi menjadi lebih mudah. Ribuan situs porno di internet serta media-media lain, seperti tabloid porno, komik hentai (komik porno Jepang) yang bertebaran di sekeliling remaja menjadi salah satu stimulan pergeseran perilaku para remaja saat ini,” tutur Djabbar.
Untuk itu, hingga saat ini pihaknya masih berusaha meng-counter serangan informasi bertubi-tubi. Salah satunya dengan menerbitkan buku mengenai kesehatan reproduksi remaja, menyampaikan berbagai informasi, salah satunya dengan meluncurkan alat ajar mengenai remaja dan berbagai permasalahannya termasuk kesehatan reproduksi dan narkoba.

Tayangan Televisi Picu Kehamilan Dini

Tayangan Televisi Picu Kehamilan Dini

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa tayangan yang mengandung unsur seksual di televisi mempunyai hubungan erat dengan kehamilan dini di usia remaja. Para peneliti dari organisasi non-profit menemukan bahwa para remaja dengan akses yang tinggi ke TV yang menyiarkan tayangan berunsur seksual mempunyai peluang 2 kali lebih besar untuk hamil atau menghamili daripada remaja yang kurang menyaksikan tayangan ini selama 3 tahun. Ini adalah studi pertama yang mendemonstrasikan hubungan ini.
Pesan penting dariharus ada lebih banyak lagi dialog mengenai sex di media, khususnya antara orangtua dan anak-anak mereka. * Kami tahu orangtua sibuk, tetapi seharusnya mereka punya waktu untuk duduk dan menonton bersama dengan anak mereka yang sudah remaja, berbicara mengenai tokoh, mengenai hal yang baru mereka saksikan, dan menjadikan itu sebagai momen untuk mengajar. *
Kita tahu jika anak menonton TV lebih dari satu jam per hari, dengan adanya tayangan yang mengandung unsur seksual setiap 10 menit, berarti mereka melihat adegan seksual yang cukup banyak. Dengan adanya penemuan ini, PIK Remaja Al-Hikmah berharap bisa mencegah kehamilan di usia muda.
Anak-anak seharusnya lebih fokus pada media tulisan daripada televisi.
Studi ini juga menunjukkan bahwa hidup dengan kedua orangtua memperkecil kemungkinan hamil di usia muda.
Hubungan yang kuat antara tayangan yang mempunyai unsur seksual dengan kehamilan remaja tidak mengejutkan, sangat penting bagi orangtua dan para pembimbing untuk mengajarkan kepada anak mereka mengenai topik seksual dan moral serta nilai-nilai. Akan tetapi mereka tidak bisa mencegah sepenuhnya, karena anak-anak dapat mengakses tayangan seperti ini di rumah temannya atau di internet. Para ahli mengatakan bahwa TV jarang mengekspose risiko sex dan sering kali tidak menyebutkan alat kontrasepsi. Tetapi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tayangan yang menawarkan dampak negatif sex, seperti penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan, bisa menjadi tayangan yang mendidik bagi siswa.

Keprihatinan Gaya Hidup Bebas

Keprihatinan : Gaya Hidup “Bebas” Remaja Masa Kini (Hedonis, Rokok, Gamer, Narkoba Hingga Seks)

Keprihatinan : Gaya Hidup “Bebas” Remaja Masa Kini
(Hedonis, Rokok, Gamer, Narkoba Hingga Seks)


Setelah kita memasuki era kehidupan dengan sistem komunikasi global, dengan kemudahan mengakses informasi baik melalui media cetak, TV, internet, komik,  media ponsel, dan DVD bajakan yang berkeliaran di masyarakat, tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita. Setiap fenomena yang ada dan terjadi di dunia, tentunya akan memberikan nilai positif sekaligus negatif. Sangat tergantung pada pola pikir dan landasan hidup pribadi masing-masing.
Setiap individu dari kita akan merasa senang dengan kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Tidak terkecuali teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang menyajikan hiburan, informasi serta berita aktual. Begitu juga, handphone yang telah membantu komunikasi sesama manusia untuk kapan saja meskipun satu dengan yang lainnya berada di dunia Utara-Selatan atau belahan Timur – Laut.
Teknologi + Kebebasan – Edukasi = Kehancuran
Setiap teknologi memberikan efek positif dan negatif . Maraknya penggunaan ponsel telah menurunkan interaksi individu secara langsung. Hal ini akan cenderung membuat pola hidup manusia menjadi indivualistis. Dampak negatif ini tentunya dapat dikurangi bahkan dihindari jika saja si pengguna memiliki pemahaman/pengetahuan, etika dan sikap yang kuat (bijak-positif) untuk memanfaatkan sesuatu secara selektif dan tepat guna.
Inilah titik permasalahannya bagi anak dan remaja. Penyaring internal (pemahamam, etika dan sikap) anak dan remaja kita masih sangat rapuh. Di era kompleksitas arus kehidupan saat ini, orang tua (terutama di perkotaan) telah kehilangan daya mendidik dan membangun keluarga bagi anak-anaknya. Hal ini diperparah dengan maraknya “racun-racun” yang diterima oleh anak-anak kita saat ini. Adegan-adegan kekerasan, seksual, mistik, dan hedonisme di media TV, koran dan internet, serta sistem pendidikan sekolah yang gagal membangun karakter anak, telah menyerang anak-anak kita saat ini.
Di sisi lain, rendahnya regulasi dan law inforcement dari pemerintah dan aparaturnya, telah menyebabkan oknum-oknum perusak generasi muda kita “berkembang biak: secara pesat. KKN antara pihak penguasa dengan pengusaha dalam regulasi, publikasi dan distribusi media menyebabkan jutaan pemimpin masa depan Indonesia di ujung kepunahan. Sederet keprihatinan anak dan remaja saat ini seperti kenakalan remaja, pola hidup konsumtif-hedonistik, pergaulan bebas, rokok, narkoba, dan kecanduan game on line hampir menuju budaya “gaya hidup” remaja masa kini.
Teknologi tanpa filtrasi (perlu regulasi agar kebebasan tidak jebol) dan rapuhnya edukasi/karakter manusia mengakibatkan kehancuran bangsa.
Rokok, Narkoba, Seks, dan AIDS
Ditengah berita siswa-siswi berprestasi dalam ajang penelitian, olimpiade sains, seni dan olahraga, anak muda Indonesia saat ini terancam dalam masa chaos. Jutaan remaja kita menjadi korban perusahaan nikotin-rokok. Lebih dari 2 juta remaja Indonesia ketagihan Narkoba (BNN 2004) dan lebih 8000 remaja terdiagnosis pengidap AIDS (Depkes 2008). Disamping itu, moral anak-anak dalam hubungan seksual telah memasuki tahap yang mengawatirkan. Lebih dari 60% remaja SMP dan SMA Indonesia, sudah tidak perawan lagi. Perilaku hidup bebas telah meruntuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat kita.
Berdasarkan hasil survei Komnas Perlindungan Anak bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di 12 provinsi pada 2007 diperoleh pengakuan remaja bahwa :
- Sebanyak 93,7% anak SMP dan SMU pernah melakukan ciuman, petting, dan oral seks.
- Sebanyak 62,7% anak SMP mengaku sudah tidak perawan.
- Sebanyak 21,2% remaja SMA mengaku pernah melakukan aborsi.
- Dari 2 juta wanita Indonesia yang pernah melakukan aborsi, 1 juta adalah remaja perempuan.
- Sebanyak 97% pelajar SMP dan SMA mengaku suka menonton film porno.
Pengakuan Siswi SMA, Beginikah Remaja Kita?
“Sekarang gue lagi jomblo. Sudah dua tahun putus. Sakit juga! Habis pacaran empat tahun, dan sudah kayak suami-istri. Dulu, tiap kali ketemu, gejolak seks muncul begitu saja. Terus ML (making love) deh. Biasanya kita lakuin kegiatan itu di hotel. Kadang di rumah juga, kalau orang rumah lagi pergi semua. Kalau rumah nggak lagi sepi ya paling cuma berani ciuman dan raba sana-sini. Buat gue, semua itu biasa. Gue nglakuinnya karena merasa yakin doi bakal jadi suami gue. Gue nggak takut dosa. Kan kita sama-sama mau, jadi nggak ada paksaan. Dosa terjadi kan kalau ada paksaaan. Gitu menurut gue!  Waktu putus, gue nggak nyesel sudah nglakuin itu, habis, mau gimana lagi! Santai saja! Tentang pendidikan seks, gue nggak pernah terima dari orangtua. Paling dari teman, majalah, buku, atau film”
Itulah penuturan Neila (samaran), pelajar kelas 3 sebuah SMA di Jakarta Timur, yang baru saja menjalani UAN. Tanpa beban, remaja manis bertubuh mungil ini menceritakan pengalamannya. Ia dan sang kekasih tahu harus melakukan apa supaya hubungan seks pranikah itu tidak membuatnya hamil.
Sampai saat ini, Neila yakin orangtuanya sama sekali tidak tahu perilaku putri keduanya itu. ”Gue nggak bakal ceritalah, bisa mati mendadak mereka. Teman malah ada yang tahu, tentu saja yang punya pengalaman sama,” katanya sambil memilin-milin rambutnya.
Menurutnya, ML di kalangan remaja sekarang bukan hal yang terlalu asing lagi. Malah, ada yang sengaja merayu pria dewasa yang bisa ditemui di mal dan tempat umum lain, untuk mendapatkan uang atau barang berharga, seperti telepon seluler model terbaru, jam tangan bermerek, baju, sepatu, tas, dan sebagainya.  ”Bukan profesi sih, cuma iseng. Hitung-hitung bisa buat gaya. Mending gue `kan, yang nglakuinnya cuma sama pacar dan bukan demi duit,” sergahnya.
Biarkan atau Bertindak?
Sudah seharusnya kita kembali ke akar budaya bangsa kita. Jauh sebelumnya, bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki nilai akar (root value) budaya yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesusilaan seperti tertuang dalam falsafah dan nilai Pancasila. Kondisi yang menimpa generasi muda saat ini, harus dibina dan dididik agar mereka menjadi pemimpin yang memiliki moralitas yang tinggi untuk membangun bangsa dan negaranya.
Semua pihak haruslah merasa bertanggung jawab atas kasus ini. Disamping orang tua, peran masyarakat sangatlah penting. Sistem pendidikan kita juga harus diubah. Jangan naikkan anggaran tanpa meningkatkan nilai yang sesungguhnya dari pendidikan. Pemerintah sudah seharusnya tegas melaksanakan undang-undang, dan para pengusaha, pedagang, dan web internet cobalah berhenti menyebarkan hal-hal yang merusak (karena generasi kita masih rapuh).
Hal-hal yang harusnya dilakukan:
- Pemerintah filtrasi tegas sinetron, film atau iklan  yang berisi kekerasan seksual, pergaulan bebas, mistis-religi, kekerasan-religi, ramalan serta judi.
- Menindak tegas para pelanggar UU Perlindungan Anak
- Menfilter situs-situs porno di Indonesia. Hingga saat ini saja ada 6 Situs Porno yang Paling Banyak diakses di Indonesia
- Membangun Youth Centre, pusat pendidikan dan kreasi bagi remaja-remaja agar beraktivitas yang positif.
- Secara aktif mengontrol promosi (iklan) dan peredaran rokok.
- Memprioritaskan program pencegahan perdagangan anak, eksploitasi seksual komersial anak, dan narkoba.
- Edukasi pada masyarakat bahwa jangan mengasingkan anak-anak (yang menjadi korban), bantulah mereka untuk keluar dari permasalahan mereka (material maupun moril).

Puasa Bikin Hidup Lebih Berkualitas

Puasa Bikin Hidup Lebih Berkualitas

Puasa tidak hanya sekedar menahan diri dari makanan, minuman, menahan syahwat dan pekerjaan yang terlarang, tetapi puasa dapat membuat hidup seseorang lebih berkualitas dan berarti. Pra-puasa yang biasanya seseorang kerap melakukan hal-hal yang tidak baik ternyata tiba-tiba berubah dengan total, entah itu hanya bertahan satu bulan atau bisa bertahan selamanya, meskipun juga ada sebagian tetap seperti semula.
Bulan Ramadan adalah momen terindah dan teragung bagi umat islam, segala keberkahaan dan kualitas hidup akan di dapat pada bulan ini. Meskipun puasa itu terasa berat di jalankan, tapi dengan tekat yang kuat, berbekal iman dan percaya diri itu dapat di jalankan dengan ringan, bahkan kita akan merasakan betapa nikmatnya berpuasa pada bulan suci Ramadan dan semuanya akan terasa indah, nyaman, aman, ramah dan sejuk.
Semangat memupuk dan mengasah kualitas diri baik dari sisi spiritual, emosional dan intelektual merupakan sebuah keharusan, jangan sampai pada bulan ini kita sia-siakan begitu saja sehingga hari demi hari Ramadan berlalu tanpa meninggalkan kenangan indah. Marilah kita perbaiki diri, kesempatan untuk berubah diri ke arah yang lebih baik masih luas. Tanamkan sikap adil, jujur, arif,  sabar dan menahan amarah pada diri anda. Tentunya lagi, kualitas aktivitas dan kerja Anda jangan sampai turun semangat dengan alasan berpuasa. Justru di momen indah ini kinerja dan aktivitas kita harus di tingkatkan. Memang ada yang salah persepsi pada sebagian masyarakat, yang mengatakan bahwa bulan puasa adalah momen untuk beristirahat, banyak tidur, melepaskan penat dan lainnya. Persepsi tak berdasar ini justru bertentangan dengan semangat ajaran islam yang menganjurkan umatnya untuk selalu berusaha dengan giat. Bahkan peperangan pada masa nabi lebih banyak terjadi pada bulan Ramadan. Ini membuktikan bahwa pada momen agung ini adalah ajang perlombaan kebaikan untuk memperbaiki kualitas diri dari semua aspeknya.
Lantas bagaimana agar puasa anda bisa merubah dan meningkatkan kualiatas hidup anda. Jaga niat anda baik-baik, tunaikan puasa dengan penuh ikhlas, perbanyak ibadah dan tinggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat. Insya Allah hidup anda akan lebih baik dari sebelumnya.

Have your say!

Di Balik Perintah Berpuasa

Di Balik Perintah Berpuasa

Ramadhan telah tiba, seluruh umat Islam berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala di bulan yang penuh berkah ini. Tak ayal umat Islam bersuka cita menyambutnya.
Puasa yang artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa Ramadhan merupakan bagian dari rukun Islam ke empat yang wajib hukumnya untuk dilaksanakan umat Islam. Seperti yang tercantum dalam kitab suci Al-Quran di surat Al-Baqarah ayat 183.
“Yaa ayyuhaladziina aamanuu kutiba alaikumus siyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la allakum tattaquun”
Yang artinya : ” Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas umat-umat yang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.”
Ibadah puasa Ramadhan yang diwajibkan Allah kepada setiap mu’min tak lain agar kita menjadi hamba yang bertaqwa seperti yang tertera dalam ayat di atas.  Selain itu, puasa juga mengajarkan kepada manusia-manusia untuk sabar dalam menjalani hidup dan menjaga hawa nafsunya.
Jika berpuasa dilakukan secara benar, ternyata berbagai jenis penyakit dapat dikendalikan. Misalnya diabetes, darah tinggi, kolesterol tinggi, maag hingga kegemukan. Puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan (usus) beserta enzim dan hormon yang biasanya bekerja untuk mencerna makanan terus menerus selama kurang lebih 18 jam. Dengan berpuasa organ vital ini dapat istirahat selama 14 jam.
Puasa pada hakikatnya adalah momentum untuk menjadikan diri sebagai pribadi baru yang lebih lebih baik dan bahagia dari sebelumnya. Melalui puasa hubungan jiwa manusia begitu kuat dengan Allah, karena dengan puasa berarti mampu melakukan pengendalian diri, terhindar dari berbagai perbuatan maksiat, terhindar berbuat salah dan keliru karena pikiran lebih jernih, sekaligus banyak menuai kebaikan karena benih kebaikan yang ditebarkan pada sesama. Dan kadang pula hampir selalu bisa meraih cita-cita dan keinginan baik karena pribadi yang lebih sabar untuk berusaha meraih cita-cita dan keinginan itu.
Puasa juga merupakan sarana untuk mendidik manusia. Terutama umat Islam agar lebih disiplin dalam menjalani hidup. yaitu dengan selalu teratur dalam menata waktu secara baik. Kapan waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah serta memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Tuhannya maupu hubungan antar sesama.
Dengan ibadah puasa pula, Allah SWT ingin memberikan tarbiyah (pembinaan) kepada umat, agar tercetak sosok yang shalih, meningkat keimanannya, bertambah mulia akhlaqnya, dan luas pengetahuannya serta tinggi komitmennya terhadap jalan dakwahnya dalam rangka menggapai ridha Allah SWT, lalu setelah itu akan lahir kepribadian islami yang utuh dan seimbang, yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika, ujian dan cobaan hidup di dunia menuju kebahagiaan hidup yang kekal di alam akhirat kelak.
Karena orang yg berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan,  yaitu kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Ketika berbuka orang berpuasa akan merasakan kebahagiaan. Hal ini dikarenakan jiwa manusia telah diciptakan untuk condong kepada apa-apa yang disenanginya. Jika pada suatu waktu ia dilarang untuk meraihnya kemudian di lain waktu hal tersebut diperbolehkan baginya maka ia tentu akan merasa bahagia atas diperbolehkan kembali hal-hal yg dilarang sebelumnya, terlebih lagi ketika ia sangat mengingankannya. Dan semoga kita termasuk orang-orang yang bisa memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini. Amin…..
Hidup ini hanya sebentar
Bentar marah, bentar ketawa
Bentar berduit, bentar boke
Bentar senang, bentar susah
Ooo ya… ini bulan penuh berkah
Marilah menjalankan ibadah

Pesantren, Pusat Kajian yang Tiada Habisnya

Pesantren, Pusat Kajian yang Tiada Habisnya

Berbicara tentang pesantren selalu saja begitu menarik. Bukan saja karena eratnya kaitan unik antara pesantren dan masyarakat, bermacam tradisi khasnya, liku sejarah berdirinya, namun juga karena ‘keluarbiasaan’ pesantren dalam mengawal pendidikan bangsa selama lebih dari 300 tahun.
Ya, selama kurun waktu itu pesantren telah ikut mencerdaskan putra-putri bangsa, terus berperan aktif membangun bangsa, menjadi ladang subur persemaian kader bangsa. Hingga dikemudian hari, tak mengherankan jika Pesantren berhasil membidani lahirnya tokoh-tokoh besar seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri, KH. Sahal Mahfudz, Gus Mus (KH. Ahmad Mustofa Bisri), Emha Ainun Najib (Cak Nun) hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang pernah menjabat sebagai presiden ke-4 Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tak berhenti sampai disitu, Bumi santri ini pun sukses menggawangi berdirinya Organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia yakni Nahdlotul Ulama (NU). NU yang lahir atas prakarsa Hadrotussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari ini adalah bukti nyata kepedulian ulama pesantren terhadap perkembangan masyarakat Islam dunia. Perkembangan dan pembaharuan pemikiran Islam yang menghendaki pelarangan segala bentuk amaliah kaum Sunni. Sebuah pemikiran agar umat Islam kembali pada ajaran Islam “murni”, yaitu dengan cara umat islam melepaskan diri dari sistem brmadzhab.
Bagi para kiai pesantren, pembaruan pemikiran keagamaan sejatinya tetap merupakan suatu keniscayaan, namun tetap tidak dengan meninggalkan tradisi keilmuan para ulama terdahulu yang masih relevan. Untuk itu, Jam’iyah Nahdlatul Ulama cukup mendesak untuk segera didirikan. Dari sinilah akhirnya Organisasi ini didirikan di Surabaya oleh para ulama pengasuh pesantren pada tanggal 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H.
Pun tak hanya ‘berkarya’, Sejarah panjang nan menarik meliputi awal pendirian lembaga pendidikan yang diasuh oleh Kyai ini, sebuah proses ‘luar biasa’ hingga pesantren tetap eksis hingga hari ini, eksistensi pesantren dalam uniknya tradisi yang dimilikinya, kemudian bagaimana jawaban pesantren terhadap tantangan zaman yang semakin berkelok ? Lembaga pendidikan Islam yang kerap dicap ‘tradisional’ ini pun tidak tinggal diam. Berlandaskan prinsip utama ‘almukhafadhotu ‘ala qadiimis shalih wal akhdu bijadidil aslah’ (menjaga kebaikan tradisi lama, dan mengambil tradisi baru yang baik) pesantren maju merespon berbagai tantangan zaman, tak hanya di bidang pendidikan, dibidang lain seperti teknologi, ekonomi, dan sosial budaya pun lembaga ini mulai menampakkan peran yang signifikan. Tulisan sederhana ini berupaya mengulas kembali, sejarah menarik berdirinya Pesantren di tanah air, keunikan dan kekayaan tradisi khas kepesantrenan hingga respon dan peran pesantren di tengah gemerlap globalisasi.
Sejarah Berdiri
Zamkhsyari Dhofier, seorang pakar yang konsen terhadap kajian pesantren, dalam makalah ‘pesantren, alternatifkah ?’ dan “Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia’ mengungkapkan bahwa pesantren telah ada sejak 1630 M. Jika dihitung lebih rinci, berarti umur pesantren hingga hari ini, telah mencapai angka 370 tahun. Bukan waktu yang sebentar tentunya.
Pada awal berdirnya, bentuk pesantren sangatlah sederhana. Kegiatan pengajian dilaksanakan didalam masjid, dengan seorang kyai menjadi guru dan beberapa orang santri sebagai muridnya. Hampir diseluruh penjuru nusantara, khususnya di pusat-pusat kerajaan Islam, terdapat lembaga pendidikan yang kurang lebih serupa dengan pesantren, meski dengan nama yang berbeda. Seperti Meunasah di Aceh, dan Surau di Minangkabau.
Mulanya, jamaah sang kyai hanya terdiri dari beberapa orang saja. Setiap menjelang atau selesai shalat berjama’ah, Kyai biasanya memberikan ceramah pangajian sekedarnya. Isi Pengajian berkisar terkait rukun Iman, rukun Islam, serta masalah-masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Lama kelamaan, berkat keikhlasan Kyai dalam mengajar serta keteladanan langsung yang dilakukan Kyai, jamaah yang sedikit ini pun bertambah banyak.
Di kemudian hari, tak hanya masyarakat setempat yang datang untuk mengaji. Tidak sedikit para santri yang berasal dari luar daerah sengaja datang untuk ngaji pada sang Kyai. Dari sini kemudian dibangunlah secamam gubuk untuk tempat tinggal santri terutama yang berasal dari luar daerah. Dalam perkembangannya, dari gubuk sederhana ini selanjutnya berdiri bangunan-bangunan pesantren seperti sekarang.
Dari keterangan sejarah yang berkembang di masyarakat, dapat disimpulkan bahwa berdirinya pondok pesantren tertua, baik di Jawa maupun luar Jawa, tidak dapat dilepaskan dari inspirasi yang diperoleh melalui ajaran yang dibawa Walisongo. Utamanya di tanah Jawa, berdirnya pesantren tererat kait dengan keberadaan Maulana Malik Ibrahim (w. 1419) yang dikenal sebagai spiritual father Walisongo (Abdurrahman Mas’ud, Dinamika Pesantren dan Madrasah, 2002).
Keunikan dan Ragam tradisi khas pesantren
Tak dapat disangkal, Pesantren sebagai satu diantara lembaga pendidikan Islam berdiri diatas keunikan tradisi dan kekhasannya. Disebut khas, karena bentuk tradisi dan budaya ini tidak dapat dijumpai pada bermacam lembaga pendidikan lain yang ada. Beberapa tradisi khas pesantren itu, diantaranya
1 . Kain Sarung
Kain lebar yang dijahit pada kedua ujungnya hingga berbentuk seperti tabung, itulah sarung. Bagi kita santri, sarung tentu bukan barang baru. Karena diluar kegiatan sekolah, sarung menjadi ‘menu wajib’ yang mesti dikenakan oleh seorang santri. Tapi Tahukah kita, bahwa ternyata kain lebar ini tak hanya dikenal di Indonesia. Sarung juga dikenal dengan nama  izaar, wazaar atau ma’awis.   Masyarakat di negara Oman menyebut sarung dengan nama  wizaar. Orang Arab Saudi mengenalnya dengan nama  izaar. Penggunaan sarung telah meluas, tak hanya di Semenanjung Arab, namun juga mencapai Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika, hingga Amerika dan Eropa.
Dalam  Ensiklopedia Britanica, disebutkan, sarung telah menjadi pakaian tradisomal masyarakat Yaman. Sarung diyakini telah diproduksi dan digunakan masyarakat tradisional Yaman sejak zaman dulu. Hingga kini, tradisi itu masih tetap melekat kuat. Bahkan,  hingga saat ini,  futah atau sarung Yaman menjadi salah satu oleh-oleh khas tradisional dari Yaman.
Bagi kalangan Pesantren, keberadaan sarung telah melegenda. Pada zaman kolonial Belanda, sarung dijadikan simbol perlawanan. Sarung telah menjadi simbol perlawanan terhadap para penjajah yang terbiasa mengenakan baju modern seperti jas.
2. Kitab Kuning
Dalam pengertian sederhana, kitab kuning atau yang sering juga disebut kitab turats adalah kitab-kitab keagamaan berbahasa Arab atau berhuruf Arab karya para ulama masa lampau (al-salaf) yang ditulis dengan format khas pra modern, abad ke 17-an M. Dalam perkembangannya, kitab (karya ilmiah) para ulama ini kemudia dibagi dalam dua kategori berdasarkan kurun waktu penulisannya. Kategori pertama disebut al-kutub al-qadimah (kitab-kitab klasik). Sedangkan kategori kedua sering disebut al-kutub al-‘ashriyyah (kitab-kitab modern).Masuk dalam kategori pertama, seperti kitab Alfiyyah Ibnu Malik, Tafsir Jalalain, dan lain sebagainya sedangkan pada kategori kedua seperti kitab At-Tazhib, Fiqhul Islam Waadillatuhu dan lain sebagainya.
Lalu sejak kapan sebernarnya kitab kuning mulai digunakan menjadi sumber kajian di Nusantara (baca : pesantren) ? Sangatlah mungkin, sejauh bukti-bukti sejarah yang ada, bahwa kitab kuning mulai digunakan di pesantren semenjak abad ke-18 M, dan sangat dimungkinkan pengajaran kitab kuning secara massal dan permanen, baru dilaksanakan pada pertengahan abad 19 M. yakni ketika ulama nusantara, khususnya dari tanah jawa, kembali dari program belajarnya di Mekkah. (Abdurrahman Wahid, Asal Usul Tradisi Keilmuan Pesantren: 1984).
Terkait dengan metode pembelajran kitab kuning, paling tidak dapat kita temukan dua buah metode terkenal yang sering digunakan yakni Bandongan dan sorogan. Bandongan adalah metode pembelajaran dimana setiap santri mengikuti pelajaran dengan duduk disekeliling kyai, sementara kyai menerangkan, para santri menyimak kitab masing-masing sembari membuat catatan penting yang diperlukan. Sedangkan Sorogan (menyodorkan) yakni sebuah metode pembelajaran dimana setiap santri menyodorkan kitabnya dihadapan kyai atau ustadz , Metode ini menggunakan pendekatan belajar individual. Khusus di Pesantren Jawa, setiap santri diperkenalkan pada huruf pegon dan afsahan ika-iku. Huruf pegon yang dipakai disesuaikan dengan bahasa daerah yang digunakan seperti, jawa ataupun sunda.
Pesantren di Tengah Gemerlap Globalisasi
Globalisasi membuat dunia semakin pendek. Indikasi pertama dari kejadian ini adalah semakin Mudahnya akses informasi, kemudahan yang memungkinkan setiap orang di berbagai belahan dunia, mengakses bermacam informasi yang diperlukannya. Bertukar pikiran dengan siapa pun yang dikehendakinya. Dan seperti yang disebutkan oleh banyak orang, selalu saja ada dua mata pisau untuk efek globalisasi. Baik dan buruk. Positif dan negatif. Tergantung bagaimana pengelolaan dan penyikapan terhadap globalisasi ini.
Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam pun begerak cepat mengambil sikap terhadap efek globalisasi (baca : kemajuan zaman). Mengambil jalan untuk menetralisir dampak negatif yang dimungkinkan terjadi. Dengan tetap berpegang teguh keempat sumber hukum Islam, yakni Al Qur’an, hadist, Ijma’ dan Qiyas.
Tak hanya berkonsentrasi melaksanakan fungsi tarbiyyahnya, pesantren secara istiqomah berusaha menggarap bidang-bidang lainnya, seperti teknologi, ekonomi hingga sosial kebudayaan. Pesantren mengambil jalan keterbukaan terhadap pesatnya kemajuan zaman. Dengan tetap mempertahankan kebaikan tradisi lamanya dan selalu menjadi kewajiban syar’i sebagai pertimbangan utamanya.
Menyikapi kebutuhan masyarakat akan informasi, Pesantren pun segera bereaksi. Tak hanya pada media cetak seperti majalah, buletin maupun tabloid, beberapa pesantren pun kini mulai melebarkan sayap dakwahnya melalui media informasi elektronik seperti mendirikan statisun televisi (contoh : MQ Tv Ponpes Darutt Tauhid Bandung) ataupun mendirikan stasiun radio seperti yang dijalankan Pondok Peseantren API Tegalrejo Magelang (Fast FM), Pondok Pesantren Al Hikmah 1 (SAS FM) dan yang sedang diupayakan oleh Pondok Pesantren Al Hikmah 2.
Pesantren terus berusaha membekali setiap santrinya dengan berbagai cabang keilmuan. Disamping tetap mengedepankan pendidikan keagamaannya, pesantren pun berupaya meningkatkan life skiil setiap santrinya dengan mengadakan berbagai program spesifikasi seperti Komputer, pengelasan, tata busana, perikanan, perikanan dan lain sebagainya.
(Dari berbagai Sumber)

Menemukan Jati Diri

Menemukan Jati Diri


Kalau membicarakan soal remaja sepertinya tidak akan ada habisnya. Apalagi kalau membicarakan permasalahannya. Kamu akan dibuat pusing dengan semua yang menyangkut masalah remaja, seperti masalah pacar, masalah sekolah, masalah pergaulan, masalah trend, masalah ketombe, masalah jerawat dan masalah-masalah lainnya. Tapi dari masalah-masalah remaja tersebut sebenarnya adalah sebuah proses pencarian Jati Diri, yang nantinya akan menjadi sebuah sebab dari sebuah kedewasaan.
Apa Jati Diri itu? Jati Diri adalah identitas diri yaitu mempunyai kekuatan di dalam diri.
Mencari jati diri  itu ternyata tidaklah mudah, banyak orang yang menganggap remeh tentang Jati Diri. Pencarian Jati Diri termasuk permasalahan yang paling rumit diantara masalah-masalah lainnya. Banyak remaja yang merasa gagal menemukan jati dirinya.
Dengan mengenali potensi yang ada pada diri kita, kita akan mampu menggapai semua mimpi-mimpi kita. Apa yang harus kita lakukan agar mimpi-mimpi kita dapat tercapai?
Berikut ini ada beberapa tips unuk menggapai cita-cita:
1. Ketahui Impian Anda
Bagaimana cara mengetahui keinginan dan minat Anda? Cukup dengan dengarkan kata hati. Begitu Anda sudah tahu tujuan hidup dengan jelas, sekarang tinggal lakukan strategi untuk mendapatkannya.
2. Tahu Cara Memilih
Pilih apa yang paling Anda inginkan. Pikirkan masak-masak mana yang harus dilakukan terlebih dulu.
Hanya Anda yang tahu keputusan yang terbaik bagi diri Anda. Mantapkan diri dan jangan ragu terhadap keputusan yang Anda ambil.
3. Bersikap Terbuka
Boleh saja punya cita-cita yang membuat Anda mempertaruhkan segalanya. Tapi ingat, tetaplah untuk mempertahankan semangat untuk bersikap terbuka untuk berbagai kemungkinan.
4. Punya Keyakinan
Tak ada satu hal di dunia yang akan datang dengan sendirinya. Jika Anda memang punya impian yang ingin diwujudkan, kenali dulu dimana Anda berada.
5. Berani Ambil Resiko
Berani ambil resiko adalah kunci keberhasilan. Jika Anda tidak berani mengambil resiko, Anda tidak akan pernah bisa mewujudkat cita-cita Anda.

Have your say!

Percaya Diri Kunci Kesuksesan

Percaya Diri Kunci Kesuksesan

Percaya diri atau terkenal dengan sebutan PD merupakan kunci awal dari kesuksesan seseorang dan ini dapat dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Semakin luas ilmu pengetahuan seseorang maka semakin besar rasa kepercayaan diri yang didapatnya.
Rasa percaya diri juga dapat diperoleh dengan keyakinan hati bahwa diri kita mampu melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
Menanam rasa percaya diri sekuat-kuatnya dihati dan jangan tergoyah sedikitpun dari pengaruh negatif disekitar lingkungan, teriakan bahwa anda bisa hingga anda benar-benar mendengarnya. Pendam dan nyatakan dihati anda. Bahwa anda percaya dengan kemampuan yang anda miliki maka kesuksesan telah siap dihadapan anda.
Banyak hal-hal yang harus di yakini. Potensi, bakat, kemampuan memang dengan mudah akan menghantar anda pada kesuksesan namun tanpa dilandasi rasa kepercayaan pada diri sendiri hal itu sulit untuk di buktikan. Itu sebabnya percaya diri adalah modal dasar untuk mengakui cita-cita yang selalu hadir dalam mimpi.
Namun percaya diri juga harus dikendalikan agar seimbang. Misal, bagaimana dengan atlet yang kehilangan kepercayaan dirinya? Pasti kekalahan akan datang padanya sebelum bertanding, dan sedikit pun keberhasilan tak dapat menggapainya. Kemudian bagaimana dengan atlet yang memiliki percaya diri yang berlebihan maka kekalahan akan membuatnya runtuh seketika karena kepercayaan pada dirinya sangatlah besar. Itu semua membuktikan bahwa keseimbangan dalam mengontrol kepercayaan diri akan membuat seseorang dapat dengan mudah mencapai suatu tujuan.
Rasa percaya diri juga harus di pegang teguh, jangan mendekati seseorang yang menghilangkan dorongan atau motivasi yang mengakibatkan kekalahan. Karena itulah anggap bahwa percaya diri adalah sebuah hadiah yang harus di simpan dan jangan sampai hal tersebut hilang dengan sia-sia, itu berarti akan menghancurkan kehidupan anda sedikit demi sedikit.
Ada beberapa aspek yang dapat meningkatkan rasa percaya diri pada setiap orang. Yang paling sering ditemui adalah keberhasilan dan prestasi yang didapatkan sebelumnya. Jadikan prestasi dan keberhasilan itu menjadi kunci untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki.
Artinya bahwa apa yang sedang dan akan dilakukan harus lebih baik dari keberhasilan sebelumnya. Hal tersebut juga dapat dijadikan patokan untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang. Aspek lainya adalah penguasaan teknik dan skill yang diperlukan. Kemudian cara efektif yang sering dilakukan dengan cara berlatih dan berlatih, teriakan bahwa “AKU PASTI BISA”.

Remaja Versus Seks

Remaja Versus Seks

Masa remaja merupakan masa yang paling indah dan masa peralihan atau masa transisi dimana pada masa ini adalah masa perubahan dari anak menjadi dewasa. Karakternyapun masih labil dan belum bisa mengendalikan emosi. Generasi muda negara adalah para remaja yang akan menjadi penerus bangsa nantinya. Namun hal tersebut sulit untuk ditanyakan lagi.
Berbicara tentang remaja, tidak luput dengan istilah seks. Tak ada yang tidak mengetahui apa itu seks. Seks bebas yang kini sering melanda moral-moral bangsa melalui kalangan remaja sering dijumpa. Di koran, majalah, berita di televisi seakan-akan tak pernah bosan untuk membicarakan penyimpangan yang terjadi pada sekarang ini.
Tak ada yang tidak mengenal dengan istilah seks, istilah tersebut seakan sudah mendunia di kalangan remaja masa kini. Pengaruh-pengaruh luar terutama pengaruh barat yang memperbolehkan melakukan seks sebelum nikah telah memasuki populasi Indonesia pada cela-cela remaja yang bodoh. Remaja sekarang dicap sebagai remaja bodoh dengan sikap dan pengetahuan yang dititik rendah bahkan sangat rendah. Remaja bodoh adalah seseorang yang tidak memikirkan akibat yang akan terjadi pada kegiatan yang dilakukannya. Artinya remaja tersebut seakan buta dengan apa yang dilihatnya, bahkan sesuatu yang penting untuk diketahui terutama remaja yang sangat dangkal dengan pengetahuan. Pengaruh seks bebas di kalangan remaja juga karena kurangnya perhatian orang tua dengan anaknya yang membebaskan mereka untuk menemukan jati diri mereka walaupun mereka belum pentas untuk dilepaskan dari peran orang tua. Kemudian lingkungan-lingkungan negatif seperti berteman dengan remaja yang lebih dewasa karena remaja tersebut dapat menjerumuskan anda dengan hal-hal yang negatif dan kita juga akan terpengaruhi dengan pergaulan mereka.
Pendidikan seks di sekolah pun seharusnya tidak pernah pudar dari remaja sekarang. Mereka harus mendapatkan pendidikan seks dari sekolah-sekolah dan hal tersebut sangat wajib bagi remaja sekarang. Para remaja harus menyadari apa itu sex, bagaimana sex, dan akibat seks sebelum mereka sendiri yang terjerumus ke dalam lubang hitam tersebut, kemudian dengan meningkatkan pengetahuan agama tentang seks juga akan mengurangi penyimpangan remaja sekarang. Walaupun presentasinya sangat kecil. Apalagi dizaman sekarang ini seks bebas sudah dianggap hal biasa dikalangan remaja, padahal dengan melakukan seks bebas sudah merusak nilai-nilai sosial di negara ini.
Padahal, banyak dampak yang akan kamu dapatkan kalau melakukan seks bebas, diantaranya: harga diri wanita akan direndahkan oleh laki-laki, dapat bisa terkena penyakit kelamin,bisa juga terkena penyakit AIDS atau HIV, dan yang paling parah hamil diluar nikah, sungguh itu sangat dilarang oleh agama dan merugikan diri kita sendiri. Bahkan martabatmu pun bisa dihina banyak orang.
Oleh karena itu sebelum terlanjur terjerumus di neraka dunia dengan melakukan seks lebih baik melakukan kegiatan yang membuat anda merasa sibuk sehingga pikiran untuk melakukan seks sebelum nikah pergi jauh-jauh dan kamu terbebas dari seks. Ada satu lagi pemikiran agar tidak melakukan seks bebas sebelum nikah yaitu, menghadiahkan seks pertamamu untuk pasanganmu kelak setelah menikah. Dan untuk kamu yang terlanjur melakukan hal tersebut, maka berhentilah dan terus berfikir positif serta melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain.
FREE SEX…………..LET’S WE AVOID.
Semoga bermaanfaat bagi yang membacanya.

SMS Merusak EYD

SMS Merusak EYD

SMS yang merupakan kepanjangan dari (Short Messages Servis) ialah layanan aplikasi pada telepon genggam atau handphone atau telepon  selular yang berfungsi untuk saling mengirim dan menerima pesan.
Dengan kecanggihan teknologi, layanan ini sangat membantu kita untuk berkomunikasi lewat teks atau tulisan dengan orang-orang yang dekat dengan kita bahkan orang yang jauh dari kita sekalipun.
Layanan ini sangat bermanfaat, dari segi ongkos (pulsa) –nya yang relatif murah dibanding lewat surat pos yang menggunakan perangko yang tak semurah pulsa, waktu pengiriman dan penerimaan pesan pun jauh lebih cepat lewat SMS dari pada Surat POS.
Pengguna layanan (SMS) ini pun banyak digunakan orang tua, dewasa, remaja mulai dari SMA, SMP, bahkan SD sekalipun. Penggunaan bahasanya pun bervariasi, ada yang tanpa disingkat, namun sering kali bahasanya disingkat-singkat misalnya: qm geap ckrng?? = kamu lagi apa sekarang?? dsb.
Dan banyak pula yang di sisipkan bahasa asing, misalnya: btw (by the way) = ngomong-ngomong, maybe = mungkin, dsb. Bahkan tak jarang yang menyisipkan angka yang dibaca sebagai huruf, misalnya: 5 = ma, 9 = enggak atau huruf g, t4 = tempat,  dsb. Apakah bentuk penulisan bahasa-bahasa tersebut sesuai dengan aturan dalam bahasa indonesia yang sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)?
Penggunaan layanan SMS inilah yang juga mampu merusak bentuk penulisan bahasa indonesia yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Sering kali bentuk penulisan bahasa dalam SMS pun digunakan khususnya para remaja saat mereka menulis, mencatat bahkan penulisan jawaban pada lembar jawab ketika mereka ulangan.
Oleh karena itu perlu adanya kesadaran pada diri kita sendiri agar tidak menggunakan bahasa SMS yang tidak sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam proses pembelajaran di sekolah. Perlunya juga bantuan dari para guru bahasa indonesia untuk memberi bimbingan, ajaran serta aturan untuk bentuk penulisannya tidak menggunakan bentuk penulisan pada SMS dan sesuai dengan bentuk penulisan bahasa indonesia yang sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Wanita Tercantik Sepanjang Masa

Wanita Tercantik Sepanjang Masa

Wanita adalah perhiasan dunia.Maju atau tidaknya suatu negara tergantung juga kepada wanitanya. Wanita yang cantik adalah idaman setiap insan manusia di dunia ini.Pendeskripsian tentang seorang wanita yang cantik banyak versi dan pengertian. Namun taukah kamu siapa wanita tercantik sepanjang masa??. Dalam artikel ini kamu akan menemukan jawabannya, yang saya kemas secara singkat namun bermakna.
Aisyah r.a adalah seorang wanita yang begitu mempesona. Pancaran imannya, paras wajahnya dan kecerdasannya yang membuat Rasullah SAW begitu mencintai beliau. Hanya dengan menyebut namanya saja sependek nama”AISYAH” bagi orang yang mengagumi beliau pastilah akan merasakan ketenangan dan ketentraman batin, terutama kaum hawa. Karena memang Aisyah adalah sosok wanita yang pantas untuk dikagumi dan menjadi suri tauladan untuk wanita di jagat raya ini.
Perjalanan hidupnya dengan mengabdikan diri kepada Rasullah begitu menyentuh kalbu. Ditengah malam Rasullah selalu membangunkan Aisyah untuk melaksanakan salat malam bersama. Hal itu diriwayatkan dalam hadist shahih oleh Aisyah “Dimalam hari, Rasullah membangunkanku untuk salat malam bersama”.
Aisyah pun memiliki rasa cinta begitu besar kepada Rasullah. Beliau setia mendampingi Rasullah dalam keadaan suka dan duka. Sampai pada saat Rasullah menghadapi sakaratul maut, beliau meminta Aisyah untuk menemaninya. Mereka sempat berbincang dan bergurau bersama, hingga akhirnya Rasullah wafat berbaring diatas pangkuan Aisyah.
Menjadi istri seorang rasul bukanlah hal yang mudah, namun Aisyah menjalaninya dengan penuh sabar dan tawakal. Rasullah pun tidak membuat Aisyah pusing dengan permasalahan yang dihadapi Rasullah. Pernah suatu ketika dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah, Rasullah mengajak Aisyah untuk berlomba lari dan Aisyah pun tidak menolaknya, hingga akhirnya Aisyalah yang memenangkan perlombaan itu.
Aisyah tak hanya cantik, tapi beliau juga merupakan sosok wanita yang cerdas. Dalam mimpi Rasullah beliau mendapati dibalik selimut tidurnya tertera nama “AISYAH”. Karena itu memang sebagai tanda bahwa memang Allah swt menciptakan Aisyah untuk mendampingi Rasullah supaya menyempurnakan syariat Islam yang diperjuangkan oleh Rasullah.Terbukti dalam banyak Hadist Aisyah meriwayatkan tentang kehidupan beliau bersama Rasullah yang menjadi pedoman dan suri tauladan untuk umat muslim di dunia ini.
Itulah kecantikan wanita yang sejati. Aisyah membuktikan bahwa kecantikan tak hanya dari fisik, namun pancaran ahlak yag suci yang islami yang memberi manfaat untuk umat manusia di bumi ini. Sungguh sangatlah pantas predikat wanita tercantik sepanjang masa diberikan kepada Aisyah r.a yang suci.
Semoga kami seperti dirimu wahai, Aisyah…!!!

PACARAN !!!

Pacaran, hmm, kalo anak kecil baru bisa baca, pasti gini deh bacanya, pe a, pa, ce a, ca, er a, ra, en, pa-ca-ran. Yupz, pacaran. Dalam kamus bahasa Jawa populer (emang ada), secara bahasa atau terminologi, pacaran disebut juga gendaan. Atau, kalo guruku bilang, pacaran juga disebut indehoi (hehe, nggak nyambung banget ya). Atau, apalah bahasa yang lain. Sedangkan menurut istilah, aku belum menemukan jawabannya, sehingga aku persilahkan untuk para remaja menafsirkan sendiri, atau mencari sumber yang tepercaya dari para ahli (payah, nggak bertanggung jawab banget ya, hehe). Yang jelas, walaupun tidak aku artikan, pasti para anak muda tau banget soal pacaran.
Namun, tahukah Anda, meskipun ada spirit positif dari pacaran, terselubunglah konspirasi jahat setan, sang musuh Tuhan. Tuhan mewantikan agar kita nggak mendekati zina, tapi dengan pacaran, berarti kita bukan hanya mendekati, tapi sudah melakukan. Mungkin ada yang protes, kan gue pacaran masih pake jarak, nggak sampe nglakuin yang begituan. Yah, basi kalau alasan kaya gitu. Yang perlu diketahui, zina bukan hanya kaya gituan aja, melainkan ada zina mata, tangan, mulut. Dan yang paling tidak kita sadari adalah zina hati.
Kita juga menjadi tidak sungguh sunguh dalam beribadah. Contohnya, pas sholat, kita jadi ngebayangin dia terus, manisnya omongannya. Lembutnya tangannya, wajahnya, de el el. Wah, jadi nggak khusuk kan jadinya. Dan dampak negatif lain, pikiran kita yang seharusnya bisa untuk memikirkan pelajaran, masa depan bangsa dan dirinya, justru malah tersita untuk sang pacar. Coba pikirkan, jika kapasitas seseorang, tarohlah 10 kb, buat memikirkan pacarnya, dibanding dengan yang buat mikirin hal yang bermanfa’at, pasti deh, bla bla bla..(udah tau kan jawabannya). Sayang banget kan jadinya. Orang yang cerdas bisa sia sia otaknya gara gara mikirin pacarnya
Lagi pula, orang yang pacaran, berarti tidak sayang dengan hati mereka. Karena biasanya pacaran melibatkan hati dan perasaan. Dan ngomong tentang perasaan, biasanya kaum wanita yang dirugikan. Kecuali buat orang yang tidak punya hati, kayak robot. Banyak kasus orang bunuh diri gara gara putus cinta. Ditolak oleh pujaan hati, atau kalo nggak bunuh diri, yaa minimal jadi gila (astaga, ngeri!) Nah, kalo kayak gini, bagi perempuan yang masih waras, tinggalkanlah pacaran.
Dengan pacaran, harga diri kita juga turun. Sangat mungkin, kita akan menjadi sangat terbuka dengan pacar kita. Ada dua kemungkinan. Pertama, jika ternyata pacar kita menjadi milik kita, hidup pasca pernikahan menjadi tidak mengasikkan lagi, karena tidak ada hal yang baru, karena kita sudah mengetahui persis watak pasangan kita. Bukan menjadi saling pengertian, tapi malah menjadi hambar. Yang kedua, jika dia bukan jodoh kita, wah, harga diri kita jatuh abiss. Kemungkinan besar, mantan pacar kan mengobral segala hal jelek tentang kita. Wah, gawat kan, bisa nggak laku lagi kita.
Nah, dari pada otak kita yang tersayang ini, waktu kita yang berharga ini buat pacaran, lebih baik kita curahkan buat kepentingan bangsa ini, dan tentu saja untuk masa depan kita sendiri kan? Dan jika kita ingin merasakan indahnya hubungan bersama dengan orang yang kita cintai, bukan dengan pacaran, tapi dengan ikatan suci pernikahan. Dalam agama, cinta tidak dilarang, bahkan ditempatkan di suatu makam (artinya tempat, bukan kuburan) yang istimewa. Namun agama tidak menuntun kita menjadi budak nafsu yang menodai cinta ini. Dengan pernikahan, cinta menjadi suatu yang sangat indah. Juga pernikahan kita tidak kan menjadi hambar, karena banyak hal baru tentang si dia. Lagi pula, pacaran namun setelah akad nikah dilafalkan, akan lebih menjaga kehormatan, bahkan mendapat pahala.
Oke, tuntunan agama sudah jelas, gamblang dan tentunya tidak menyesatkan. Tinggal Anda pilih, agama yang dari Tuhan, atau nafsu yang dikendalikan setan. Selamat memilih…

Perlunya Kaum Muda Memahami Filosofi Wayang

Perlunya Kaum Muda Memahami Filosofi Wayang

Negara kita dikenal dengan keberagaman yang ada di dalamnya. Baik itu keanekaragaman suku, adat istiadat, religi dan bahkan keberagaman dalam budaya yang diwariskan nenek moyang kita. Masing – masing daerah memiliki warisan budaya yang berbeda antara satu dengan yang lain sesuai dengan ciri khas dari masing – masing daerah.
Seperti di daerah kita khususnya daerah Jawa terdapat warisan budaya yang salah satunya adalah ” Wayang “. Wayang ini merupakan salah satu simbol akan perkembangan agama islam di tanah jawa. Ya, wayang merupakan salah satu media yang digunakan oleh tokoh -  tokoh islam untuk menyebar luaskan agama islam di Jawa.
Namun sayagnya, para generasi muda bangsa ini agaknya enggan untuk tahu tentang wayang ini. Dan mungkin merasa asing dengan kebudayaan wayang itu sendiri. Padahal jika kita benar – benar memahami akan filosofi dari pewayangan itu sendiri, kita akan menemukan pembelajaran yang luar biasa yang coba disiratkan dalam tokoh – tokoh wayang.
Sebagai contoh, tokoh yang hampir di setiap pergelaran wayang dimunculkan oleh sang dalang yaitu kelompok yang sering disebut sebagai ” Punakawan “. Dalam dunia pewayangan Tokoh Punakawan adalah daya tarik tersendiri karena kelucuannnya. Namun ternyata dibalik itu semua, nama – nama mereka yaitu semar, Gareng, Petruk dan Bagong ternyata memiliki filosofi tersendiri. Mungkin hanya sebagian kecil masyarakat yang tahu bahwa sebenarnya nama – nama mereka berasal dari bahasa arab. Nama mereka berasal dari kata Syimar (=Semar), Khairan (=Gareng), Fatruki (=Petruk) dan Bagho (=Bagong). Jika kata-kata tersebut digabung jadilah “Syimar Khairan, Fatruki Bagho” yang berarti “Sebarkan kebaikan, jauhi kejelekan”. Selain itu salah satu semboyan yang dimiliki oleh Semar yaitu “Begegeg Ugeg Ugeg, Mel Mel Sadulito”. Jadi orang harus kokoh, jangan mudah goyah, harus tetap pendirian. Menuntut ilmu sedikit demi sedikit, tapi tanpa henti. Dari semboyan itu tentu kita sudah tahu apa maksud yang ingin disampaikan kepada kita.
Ternyata jika kita ingin mengkaji lebih dalam, wayang bukan hanya sekedar tontonan jaman kakek dan nenek kita. Banyak filosofi – filosofi yang tersirat di dalamnya. Sayang kan kalau warisan budaya ini tidak kita lestarikan. Jangan sampai budaya yang benuh nilai dan pesan kenormaan ini sampai punah di Generasi Muda ini.
Jika bukan para Kawula Muda, siapa yang akan meneruskan dan melestarikan warisan dari para pendahulu kita. Penting tidaknya kita untuk tahu tentang filosofi wayang, tergantung dari pemikiran kita masing – masing. Namun dari yang telah diuraikan di atas, tahu tentang wayang adalah penting. Selain dapat melestarikan kebudayaan, kita juga akan tahu tentang norma dan nilai – nilai budaya, dan tentunya untuk memperbaiki diri menjadi Kaum Muda yang tetap menghargai Bangsa.

Percaya atau Tidak?

Menyikapi Aplikasi Peramal Facebook, Percaya atau Tidak?

Facebook, pasti mendengar kata facebook orang akan langsung terbayang huruf “F”, warna biru, banyak foto, ada teman – teman. Semua orang pasti tahu kan facebook. Salah satu situs jejaring sosial yang sangat marak hingga saat ini. Meski banyak terjadi kontroversi facebook, namun pemilik akun facebook tiap waktu terus bertambah.
Dengan memiliki akun facebook, kita akan mudah untuk melakukan pertemanan dengan orang lain melalui dunia maya atau internet. Kita juga bisa mencari teman – teman lama kita yang sudah lost contact sekian lama dengan kita, berbagi info dan bahkan kita bisa share foto dan video yang telah kita upload ke akun facebook kita. Dengan demikian kita tidak perlu takut kehilangan moment penting, hanya dengan mengakses akun facebook dan mengshare baik itu berupa gambar, video atau bahkan share untuk sebuah Link.
Admin facebook pun terus mengembangkan fasilitasnya dengan memberi kemudahan bagi pengguna akun facebook. Dengan merubah layout desainnya, memberi fitur – fitur baru dan aplikasi – aplikasi yang bisa digunakan oleh pengguna akun. Salah satu contoh aplikasi yang diberikan oleh facebook adalah aplikasi peramal. Entah untuk meramal sifat seseorang, meramal karir seseorang, bahkan untuk meramal jodoh dari pengguna aplikasi.
Percaya atau pun tidak, itu tergantung dari pengguna. Kita boleh percaya boleh tidak, asalkan tidak menyimpang dari keimanan kita. Sebenarnya ada beberapa hal untuk menyikapi apapun hasil dari ramalan tersebut, untuk hasil ramalan yang baik maupun hasil yang tidak sesuai dengan harapan kita. Dengan demikian jika hasil ramalan dari aplikasi tadi baik, kita tidak menjadi besar kepala. Dan jika hasilnya tidak sesuai, kita tidak patah arah untuk menentukan jalan hidup kita.
Kita bisa berpikir itu hanyalah sebuah aplikasi hiburan yang belum tentu kebenaran dan keakuratannya. Jika hasil ramalan baik, jadikan itu sebuah sanjungan kepada kita, jadikan sebuah motivasi untuk terus meningkatkannya. Dan jangan sekali – kali kita besar kepala karena hasil ramalan tadi. Namun jika hasil ramalan adalah sebaliknya, jangan mengkerdilkan diri kita dengan hasil yang kudak baik tadi. Jadikan itu sebuah pembelajaran dan cermin bagi kita untuk terus memperbaiki diri. Jika hasil ramalan baik, ucapkan syukur. dan jika hasilnya kurang baik yakinlah bahwa itu bisa kita ubah. seperti sabda Rasul yang kurang lebih, ” Tuhan tidak akan merubah nasib hambanya, kecuali ia berusaha untuk berubah.” Jadi percaya ataupun tidak dengan hasil ramalan dari aplikasi facebook, tinggal bagaimana cara kita menyikapinya.

Lakukanlah dari Hal Terkecil

Lakukanlah dari Hal Terkecil

Masalah lingkungan merupakan masalah yang menyangkut kepentingan orang banyak. Apabila masalah ini tidak diselesaikan maka efeknya tidak hanya menimpa manusia itu sendiri, tetapi juga flora dan fauna di sekitar ekosistem tersebut. Ada banyak contoh masalah lingkungan yang terjadi, diantaranya adalah pencemaran, perubahan iklim, pemanasan global dan juga krisis energi termasuk didalamnya.  Hal ini tentunya tidak bisa diselesaikan oleh salah satu pihak saja, tetapi harus melibatkan berbagai stakeholder.
Jika ditinjau dari sisi sejarah, masalah lingkungan mulai mendapat perhatian sekitar tahun 1950-an. Saat itu, sebagian orang terutama di Eropa dan Amerika sudah mulai concern mengenai masalah lingkungan ini. Implementasi nyata dari kepedulian ini tercetusnya dalam Deklarasi Stockhlom tanggal 5 Juni 1972 dengan Swedia sebagai tuan rumah sekaligus inisiator. Inilah cikal bakal kepedulian berbagai negara terhadap lingkungan. Oleh karena itu, tanggal 5 Juni dijadikan sebagai Hari Lingkungan Hidup.
Dalam lingkup yang luas, negara telah berkontribusi dan berperan aktif dalam berbagai conference internasional, meratifikasi berbagai kesepakatan dan perjanjian internasional mengenai lingkungan, seperti Protokol Kyotto.  Negara juga turut andil untuk mengurangi emisi karbon. Hal ini tercermin dari berbagai program kerja dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sebagai warga negara dan individu, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita hanya berdiam diri dan menutup mata atas setiap masalah lingkungan yang terjadi? Tentu saja tidak. Kita bisa melakukannya dari hal yang kecil sekalipun, bahkan termasuk hal yang sangat sepele, tetapi jika melakukannya, apalagi dilakukan oleh banyak orang maka kita turut berperan serta dalam upaya menjaga dan melestarikan lingkungan.
Pahami
Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus memahami bahwa keputusan (bahkan keputusan kecil sekalipun) yang kita ambil untuk melakukan sesuatu dapat mempunyai pengaruh yang sangat besar. Keputusan individu secara agregasi bisa mempunyai pengaruh yang sangat kuat. Sebagai contoh, pada mulanya kemacetan di Jakarta hanya terjadi pada pukul 16.30-18.00 WIB. Akan tetapi karena keputusan individu-individu untuk pulang kantor pada pukul 19.00 menyebabkan kemacetan di Jakarta menjadi semakin lama yakni dari pukul 16.30-17.30 WIB. Bahkan saat ini kemacetan di Jakarta dimulai dari pukul 15.30-21.00 WIB. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengambil keputusan, jika keputusan yang Anda ambil untuk melakukan sesuatu-juga dilakukan oleh orang lain secara agregasi maka efek dari hal tersebut juga sangat besar.
Implementasi
Tidur dengan mematikan lampu. Ada sebagian orang yang tidak bisa tidur jika lampu di kamarnya dimatikan. Hal ini tentu tidak ramah lingkungan karena pemborosan energi yang implikasi lebih jauh dapat mencemari lingkungan karena banyaknya energi sumberdaya alam yang terbuang percuma. Alangkah lebih bijaksana jika tidur dengan mematika lampu. Jikalau tidak bisa maka cobalah secara bertahap. Dimulai dari memakai lampu dengan memakai lampu hemat energi kemudian dengan memakai lampu dengan daya dan pencahayaan yang rendah dan dilanjutkan dengan mematikan lampu.
Menunggu angkot di terminal. Jikalau kita tidak menunggu angkot di terminal maka yang terjadi adalah kemacetan karena angkot akan mencari penumpang di luar terminal, mereka akan mengambil area badan jalan sehingga timbullah kemacetan. Berdasarkan penelitian, kendaraan yang diam (ngetem) membuang energi lebih banyak daripada kendaraan yang berjalan. Oleh karena itu, saat kemacetan terjadi, sangat banyak energi yang terbuang percuma dan  implikasi lainnya adalah tingginya tingkat pencemaran.
Mandi 2 kali sehari dan menggunakan shower. Mandi dengan menggunakan shower lebih hemat daripada menggunakan gayung karena volume air yang dikeluarkan lebih sedikit daripada dengan menggunakan gayung. Sudah kita ketahui bersama bahwa di sebagian di daerah di Indonesia ada yang kekurangan air bersih, apalagi di musim kemarau, sangat sulit untuk mendapatkan air. Air untuk mandi dan mencuci saja sudah sulit, apalagi air untuk irigasi. Akibatnya adalah banyak hasil pertanian yang gagal panen sehingga petani menanggung kerugian. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita untuk menghemat air.
Sudah saatnya kita untuk hemat dalam menggunakan sumberdaya apapun. Kita bisa melakukannya dalam hal kecil sekalipun. Demi kelestarian lingkungan.