Senin, 07 Maret 2011

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH POKOK BAHASAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA DAN UPAYA MENEGAKKAN KEDAULATAN TERHADAP SISWA KELAS XII IPS-1 SEMESTER I ____________________ DENGAN METODE LATIHAN MANDIRI, MOTIF PRESTASI DAN BAHAN BACAAN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH POKOK
BAHASAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA DAN
UPAYA MENEGAKKAN KEDAULATAN TERHADAP SISWA
KELAS XII IPS-1 SEMESTER I ____________________
DENGAN METODE LATIHAN MANDIRI,
MOTIF PRESTASI DAN BAHAN BACAAN
TAHUN PELAJARAN 2007/2008
KARYA TULIS ILMIAH
HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS


Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Komponen Kenaikan
Pangkat ke IV b di Lingkungan Dinas Pendidikan
















Disusun Oleh :





UNIT KERJA
SMA NEGERI 1 KEDIRI
DINAS PENDIDIKAN KOTA KEDIRI


LEMBAR PENGESAHAN


LAPORAN HASIL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS


Yang Berjudul

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH POKOK
BAHASAN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA DAN
UPAYA MENEGAKKAN KEDAULATAN TERHADAP SISWA
KELAS XII IPS-1 SEMESTER I SMA ________________________
DENGAN METODE LATIHAN MANDIRI,
MOTIF PRESTASI DAN BAHAN BACAAN
TAHUN PELAJARAN 2007/2008



DISAH PADA TANGGAL :



Pengurus darah II PGRI

Kotamadya Kediri




__________________
NIP.
Kepala

Sekolah Menengah Umum I Kediri




_______________________
NIP.




Kepala Dinas Pendidikan
Kotamadya Kediri




___________________________


LEMBAR PUBLIKASI



Karya Tulis Ilmiah Ini Telah Diserahkan Untuk Dipublikasikan
di Perpustakaan SMA ____________________
Kota Kediri







Ditetapkan di : Kediri
Tanggal :

Pengelola Perpustakaan,



___________________________
NIP.






KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rachmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga penyusunan karya tulis yang berjudul “Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Pokok Bahasan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dan Upaya Menegakkan Kedaulatan Terhadap Siswa Kelas XII IPS-1 Semester I SMA ____________Dengan Metode Latihan Mandiri, Motif Prestasi Dan Bahan Bacaan Tahun Pelajaran 2007/2008” dapat terlesesaikan sesuai dengan yang diharapkan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan karya tulis ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu patutlah kiranya penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Guru SMA ____________yang telah mendukung penulis dalam penyusunan karya tulis ini, serta semua pihak yang telah membantu dalam penulisan karya tulis ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Semoga semua kebaikan yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan balasan yang selayaknya dari Tuhan Yang Maha Esa. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan karya tulis ini masih terdapat kekurangan-kekurangan sehingga sudilah kiranya apabila ada yang memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan penulisan mendatang.
Akhirnya penulis berharap semoga apa yang disajikan dalam karya tulis ini memberikan manfaat kepada berbagai pihak pada umumnya dan penulis khususnya.

Kediri, Nopember 2007

Penulis,


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PUBLIKASI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
ABSTRAKSI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Alasan Pemilihan Judul
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
F. Hipotesis Tindakan
G. Ruang Lingkup Penelitian
H. Penegasan Istilah
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Hambatan Belajar Sejarah
B. Latihan Mandiri dan Motif Prestasi
C. Bahan Bacaan dan Hasil Belajar

BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
B. Lokasi dan Subyek Penelitian
C. Langkah-Langkah Penelitian
D. Instrumen Penelitian
E. Pengumpulan Data
F. Analisa Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
C. Pembahasan
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN


ABSTRAKSI

AGUS SUMARYONO, 2007, Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Pokok Bahasan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dan Upaya Menegakkan Kedaulatan Terhadap Siswa Kelas XII IPS-I Semester I SMA ____________Dengan Metode Latihan Mandiri, Motif Prestasi Dan Bahan Bacaan Tahun Pelajaran 2007/2008

Dalam perjalanan panjang suatu bangsa, pendidikan selalu mewarnai corak kemajuan bangsa yang bersangkutan. Tidak salah memang, jika pendidikan selalu menjadi media dalam mentransfer segala jenis perkembangan yang dalam istilah sekarang lebih dikenal dengan sebutan alih ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini hanya memfokuskan pada gejala diskalkuli, yaitu gejala hambatan belajar dalam Sejarah. Hambatan belajar Sejarah sering dirasakan oleh siswa, sehingga banyak siswa yang kurang menyenangi pelajaran Sejarah karena dianggap sulit. Kesulitan belajar yang banyak dirasakan siswa dalam belajar Sejarah harus segera dicarikan solusi yang tepat agar tidak menjadi beban siswa dan mampu mengangkat prestasi hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________khususnya.
Berdasarkan paparan data dan temuan penelitian dapat diketahui gambaran umum tentang pengaruh latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan terhadap hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________ Hambatan belajar Sejarah yang dialami oleh siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________Kota Kediri disebabkan oleh faktor internal yang berasal dari dalam din siswa dan faktor ekternal yang berasal dari luar diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan mandiri yang diberikan kepada siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________berpengaruh terhadap hasil belajar Sejarah siswa. Semakin tinggi frekuensi latihan mandiri yang diberikan oleh guru dan orang tua dalam setiap minggu, maka semakin baik hasil belajar Sejarah. Semakin baik atau tinggi motif prestasi yang dimiliki oleh siswa, maka semakin baik pula hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Sebaliknya semakin rendah motif prestasi yang dimilki oleh siswa, maka semakin rendah hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________ yang mempunyai koleksi bacaan yang lengkap, maka ia akan memperoleh hasil belajar yang memuaskan.
Dari penelitian diatas dapat diketahui bahwa latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan dapat berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________.

Kata Kunci : Prestasi belajar, Latihan Mandiri, Motif Belajar, Bahan Bacaan



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam perjalanan panjang suatu bangsa, pendidikan selalu mewarnai corak kemajuan bangsa yang bersangkutan. Tidak salah memang, jika pendidikan selalu menjadi media dalam mentransfer segala jenis perkembangan yang dalam istiiah sekarang lebih dikenal dengan sebutan alih ilmu pengetahuan dan teknologi. Kendati demikian, perlu disadari bahwa tugas pendidikan seperti dikatakan oleh Conny Setiawan dan kawan-kawan, tidak hanya terbatas pada tugas mengalihkan hasil-hasil ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidang pendidikan juga bertugas menanamkan nilai-nilai baru yang dituntut oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri pada anak didik dalam kerangka nilai-nilai dasar yang telah disepakati bersama oleh bangsa Indonesia (Conny S, 1987 : 1).
Dalam sejarah pendidikan Indonesia yang telah digelar selama ini, usaha-usaha untuk merilis kemajuan bukanlah berjalan tanpa kendala. Segala bentuk pembaharuan pendidikan telah dicoba, baik melaiui pembaharuan kurikulum dari masa ke masa, maupun melaiui pembaharuan di bidang strategi belajar mengajar dan penerapan kaidah-kaidah psikologi belajar baik yang klasik konvensianal sampai dengan konsep-konsep mutakhir yang kini dikembangluaskan. Keadaan seperti ini berakibat adanya tuntutan kepada para guru di sekolah untuk selalu seiring dengan kemajuan jaman dan metode yang tepat dalam pelaksanaan pengajaran. Guru haruslah mengikuti kemana laju segala bentuk pembaharuan pendidikan tersebut.
Asumsi dasar yang diajukan dalam menjalin relevansi penelitian ini adalah bahwa seorang guru yang baik dan bertanggungjawab, tentu akan risau jika hasil belajar anak didiknya tiba-tiba merosot di hampir semua mata pelajaran. Dalam penelitian ini memfokuskan pada kesulitan belajar spesifik yaitu specific learning disabilities. Berdasarkan penelitian yang intensif di Amerika Serikat oleh sejumlah ahli, ada sekitar 15 % siswa Sekolah Menengah mengalami hambatan belajar yang persentasenya naik terus dan tahun ke tahun (Tempo, 10 Desember 1988 : 42).
Hambatan belajar juga mungkin terjadi pada anak-anak Indonesia, sekalipun penelitian seperti diatas belum pernah dilakukan (Lily Rilanto, 1988). Dalam kamus psikologi belajar, mereka yang mengalami kesulitan belajar pada umumnya disebabkan oleh gangguan emosional yang muncul akibat pengalaman tak menyenangkan di masa lalu. Rasa bosan akibat pendidikan yang terlampau keras sehingga anak-anak tidak bersedia menyimak mata pelajaran yang diajarkan. Penolakan yang menyeluruh bukanlah satu-satunya gejala kesulitan belajar. Ada hambatan yang spesifik, manakala otak menutup pintu hanya untuk mata pelajaran tertentu saja.
Kesulitan belajar khusus ini dapat terjadi dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial saja misalnya, yang dikenal sebagai diskalkuli atau kesulitan disebut disgrafia. Sedangkan siswa yang mengalami hambatan dalam berbicara atau disfasia. Sebagian lagi kurang terampil dalam menggunting, melipat atau menempel. Penelitian ini hanya memfokuskan pada gejala diskalkuli, yaitu gejala hambatan belajar dalam Sejarah. Hambatan belajar Sejarah sering dirasakan oleh siswa, sehingga banyak siswa yang kurang menyenangi pelajaran Sejarah karena dianggap sulit. Kesulitan belajar yang banyak dirasakan siswa dalam belajar Sejarah hams segera dicarikan solusi yang tepat agar tidak menjadi beban siswa dan mampu mengangkat prestasi hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________khususnya, sehingga mampu menempuh pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tentang kesulitan belajar Sejarah, maka dapat dirumuskan masalah yang berhubungan dengan meningkatkan hasil belajar Sejarah pokok bahasan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Upaya menegakan Kedaulatan pada siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dengan metode latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan.
Rumusan masalah yang diajukan adalah sebagai berikut :
a. Apakah penyebab hambatan belajar Sejarah pada siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________ ?
b. Bagaimana pengaruh latihan mandiri terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________?
c. Bagaimana pengaruh motif prestasi terhadap hasil belajar siswa siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________?
d. Dapatkah bahan bacaan meningkatkan hasil belajar terhadap siswa Kelas XII IPS-1 SMA ___________________ ?

C. Alasan Pemilihan Judul
Kajian mengenai meningkatkan hasil belajar terhadap siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dengan metode latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan dilandasi oleh latar belakang dan asumsi sebagai berikut.
a. Sejarah merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan isu hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan Iingkungannya, manusia dengan Tuhannya dan manusia dengan dirinya sendiri.
b. Melalui mata pelajaran Sejarah, siswa diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk menjadi warga Negara Indonesia dan warga dunia yang efektif serta memahami kehidupan pada era generasi sebelumnya.
c. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Upaya menegakan Kedaulatan dirancang untuk membangun dan merefleksikan kemampuan siswa dalam kehidupan sehari-hari, kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegra.
d. Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kediri telah menyetujui akan maksud penelitian yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membina kemampuan para siswa khususnya dalam pelajaran Sejarah.



D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, antara lain :
a. Untuk mengetahui penyebab hambatan belajar Sejarah pada siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
b. Untuk mengetahui pengaruh latihan mandiri terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
c. Untuk mengetahui pengaruh motif prestasi terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
d. Untuk mengetahui pengaruh bahan bacaan terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________

E. Manfaat Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian, maka penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
a. Peneliti
Menambah wawasan dan pengetahuan tentang latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan terhadap hasil belajar Sejarah khususnya pada siswa Kelas XII IPS-1 SMA __________, sehingga dapat dijadikan dasar dalam penentuan model pengajaran Sejarah bagi guru dengan mengembangkan Iatihan mandiri, motif prestasi dan bacaan bagi siswa sekolah dasar.

b. Siswa Sekolah Menengah Atas
Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk memperoleh program Iatihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan dalam upaya meningkatkan hasil belajar Sejarah.
c. Guru SMA
Memberikan informasi tentang beberapa alternatif dalam meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa SMA khususnya melalui Iatihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan. Informasi ini juga dapat dijadikan sebagai cara untuk menentukan model strategi belajar mengajar yang tepat dengan memperhatikan beberapa faktor yang terdapat dalam diri individu siswa.
d. Dinas Pendidikan Kota Kediri
Sebagai masukan untuk memperoleh salah satu model penelitian yang dilakukan oleh Guru bidang studi Sejarah di dalam suatu kelas.
e. Literatur
Sebagai bahan acuan bagi peneliti lain yang melakukan penelitian sesuai dengan konteks dalam penelitian ini.

F. Hipotesis Penelitian
Hipotesis biasa dianggap sebagai ide sebelum teori, atau suatu teori yang belum kokoh dan masih membutuhkan pengujian untuk pengukuhannya (Aruan, 1981). Hipotesis sebagai “conjectural statement of the relation between two or more variables” (Kerlinger, 1981). Pengertian hipotesis sekarang berkembang tidak hanya untuk raengaksentuasikan suatu teori, namun juga menggelar bukti dukung baru tentang teori yang sudah kokoh secara universal walaupun kadang terdapat bias parsial.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dilandasi kajian terhadap teori yang ada dan asumsi-asumsi. Hipotesis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut.
a. Terdapat korelasi positif antara latihan mandiri dengan motif prestasi dan hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA _______________.
b. Latihan mandiri berpengaruh terhadap hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
c. Motif prestasi berpengaruh terhadap hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
d. Bahan bacaan dapat meningkatkan hasil belajar Ilmu Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMANegeri 1 Kediri.

G. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________Tahun Pelajaran 2007/2008. Subjek penelitian ini adalah guru kelas, orang tua dan 42 siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________ Tindakan yang dilakukan adalah pemberian latihan mandiri oleh guru dan orang tua dalam setiap minggu, dan penyebaran angket untuk menentukan lengkap tidaknya bahan bacaan yang dimiliki siswa.

H. Penegasan Istilah
Ada beberapa istilah yang hams ditegaskan dalam penelitian ini, sehingga dalam pembahasan hasil penelitian dapat mengarah pada uraian yang lebih spesifik sesuai dengan ruang lingkup penelitian. Adapun istilah-istilah yang perlu penjelasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
a. Latihan mandiri
Latihan mandiri yang dimaksud dalam penelitian ini adalah independence training, yaitu latihan-latihan yang memberi tekanan pada latihan prestasi atau achievement training dan latihan berdiri diatas kakinya sendiri atau self reliance training yang berkaitan dengan bidangnya, dalam hal ini adalah mata pelajaran Sejarah, baik yang diberikan oleh orang tua maupun yang diberikan oleh guru (Guntur Waseso, 1984).
b. Motif Prestasi
Motif prestasi dalam penelitian ini diartikan sebagai keinginan untuk bersaing dengan suatu standar keunggulan mutu tertentu atau competition with a standard of excellence (Rahayu Haditono, 1983).
c. Bahan Bacaan
Bahan bacaan dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai perbendaharaan/koleksi isi bahan bacaan dengan isyarat-isyarat upaya mengejar prestasi, khususnya yang berhubungan dengan mata pelajaran Sejarah (Me. Clelland, 1961).
Latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan menjadi variabel prediktor untuk meramalkan ubahan atau variabel lain yang diberi nama kriterium, yaitu hasil belajar Sejarah. Hasil belajar Sejarah ini diperoleh dari tes prestasi Sejarah yang bahan, skop dan sequennya semester pertama Kelas XII IPS-1 SMA ____________


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Hambatan Belajar Sejarah
Sudah bukan rahasia lagi, bahwa mata pelajaran Sejarah adalah mata pelajaran yang menjadi momok semua siswa, baik siswa sekolah dasar maupun siswa sekolah menengah, kecuali di perguruan tinggi karena dewasa ini mata pelajaran tersebut sifatnya terkualifasi seperti halnya mata pelajaran lain pada jurusannya yang memang sudah diminati sejak mula, sekalipun ia belum menjadi sebuah ilmu).
Tidak jarang guru mengeluh, bahwa kemampuan belajar anak-anak di bidang mata pelajaran Sejarah, di rumah maupun disekolah sangat menurun. Sedikit bahan belajar yang mereka serap. Seperti ada tabir yang menutup, begitu mata pelajaran disorongkan kepada mereka. Padahal, anak-anak ini bukanlah bocah yang kurang cerdas. Dan yang sungguh mengherankan ialah bahwa anak-anak yang mengalami hambatan befajar spesifik ini yaitu diskalkuli, sedikitpun tidak mengalami hambatan pada mata pelajaran Iain. Prestasi atau hasil belajar mereka pada mata pelajaran lain acapkali sangat gemilang.
Lily Rifantono dalam wawancara dengan majalah berita mingguan Tempo, sebagai ahli Psikoneorologi berpendapat bahwa kesulitan belajar spesitik (specific learning) dan penyebabnya masih belum diketahui di Indonesia. Karena itu anak-anak yang mengalami kesulitan ini praktis luput dari perhatian (Tempo, 1988:42). Bahkan tidak jarang mereka disamakan dengan anak-anak yang rnengalami kesulitan belajar secara umum. Sekalipun demikian, orang tua dan guru tidak dapat begitu saja menjadi kambing hitam atau disalahkan, karena kesulitan belajar spesifik termasuk kendala yang belum lama ditemukan.
Kendati masih samar-samar masalah kesulitan belajar spesifik sudah semakin jelas. Penyebabnya sudah dapat dipastikan, yakni kerusakan kecil di otak yang dalam bahasa medis lebih dikenal sebagai disfungsi minimal otak. Kerusakan kecil ini terjadi karena ada kelainan dalam perkembangan otak, akibat macam-macam gangguan.
Terlepas dari uraian dan ulasan medis sebagai penyebab diskalkuli sebagaimana diuraikan diatas, ada faktor menarik yang perlu diperhatikan terutama jika dihubungkan dengan sejarah perkembangan Sejarah itu sendiri.
Jika dikaitkan dengan teori Bruner mengenai proses belajar mengajar yang melibatkan beberapa fase seperti informasi, transformasi dan evaluasi, maka jelas bahwa berpikir intuitif dan berpikir analitis akan menjadi soko guru pemahaman terhadap Sejarah. Hal seperti inilah yang kemudian digambarkan oleh Nasution (1987:9-11) bahwa guru-guru Sejarah perlu menekankan betapa pentingnya untuk mengembangkan intuisi pada anak. Sejalan dengan itu maka menurut dugaan saya terdapat faktor internal dan eksternal yang berkaitan erat dengan kemampuan intuitif dan analitis anak pada pelajaran Sejarah yaitu latihan mandiri, motif prestasi sebagai aspek internal serta bahan bacaan sebagai aspek ekstemalnya. Ketiga variabel itulah yang ingin dikaji dalam penelitian ini.

B. Latihan Mandiri dan Motif Prestasi
Bagi seorang anak, Sejarah merupakan suatu kesenangan mental yang mengandung sifat ilrmah, ini idealnya. Karena Sejarah boleh dikatakan merupakan kunci guna memahami gejala-gejala alam, teknik dan masyarakat, demikian pendapat Maier (1985:1). Akan tetapi pada kenyataannya di negara kita justru rnenjadi beban berat bagi kebanyakan anak-anak, karena rumit, njilmet dan menuntut konsentrasi tinggi.
Hasil penelitian Piaget memberi bukti betapa anak-anak cenderung gagal ketimbang berhasil dalam hal Sejarah. la mengatakan bahwa dalam “suatu kelompok pelajar yang cukup cerdas bahkan dalam pelajaran lain dapat rnembuktikan hasil yang baik, dalam pelajaran Sejarah banyak atau sedikit secara sistematis mengalami kegagalan” (Piaget, 1974:42).
Berbagai usaha telah dilakukan, berbagai teori belajar telah ditemukan dengan suatu tujuan agar anak mencapai hasil belajar maksimal selaras dengan kemampuan dasar yang dimilikinya. Hal seperti itulah yang tercantum dalam didaktik dan rnetodik. Sehubungan dengan pelajaran Sejarah ada sumbangan penting yang perlu diperhatikan oleh para guru dan orang tua antara lain adalah kesiapan anak dan siasat atau strategi belajar mengajar. Kesiapan anak lebih mengarah pada motif prestasi sedangkan siasat atau strategi lebih mengarah kepada latihan mandiri.
Sejauh ini, penekanan penelitian yang berkaitan dengan latihan mandiri lebih dititik beratkan pada kapan waktu latihan, bukan mengarah pada seberapa besar frekuensinya. Seperti misalnya mengingatkan saat yang tepat untuk memberikan latihan mandiri, yaitu tidak terlalu dini tetapi juga jangan sampai terlambat, namun demikian keduanya sama-sama penuh resiko. Kajian ini sudah tidak menjadi persoalan sebenarnya pada pelajaran Sejarah, karena mulai dari taman kanak-kanak sudah diberikan. Analog dengan hal tersebut, sudah barang tentu yang diperhatikan bagi anak Kelas XII IPS-1 SMA ____________adalah frekuensinya. Frekuensi latihan mandiri oleh guru maupun orang tua inilah yang menjadi aksentuasi penelitian ini.
Latihan mandiri (independence learning) memberi tekanan pada latihan prestasi (achievement training). Anak-anak dibiasakan berikhtiar mencapai hasil kerja maksimal dan percaya diri akan kemampuannya. Dengan kata lain ia dibiasakan untuk bertanggung jawab sendiri. Orang tua dan guru harus dapat mendorong anak untuk menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas tertentu dengan frekuensi yang tinggi. Jika hasil pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan sempurna, orang tua dan guru haruslah memberikan reirforcement untuk mendorong penyelesaian latihan mandiri berikutnya, begitu seterusnya, sampai anak mencapai prestasi yang optimal.
Bukti efektifitas latihan mandiri daiam mencapai prestasi ini telah telah dikemukakan dakam penelitian Winterbottom, Rosen dan D'Andrde (1959) yang mengatakan bahwa latihan mandiri dan latihan prestasilah yang terbukti telah melahirkan motif prestasi.
Istilah motif prestasi untuk pertama kalinya dikemukakan oleh David C. Melland dalam The Achieving Society. Sekalipun ia bukanlah satu-satunya ahli yang menekuni masalah motivasi. Ahli Psikoiogi dari unversitas Havard ini menyebutkan motif prestasi sebagai n Ach, sebagai akronim dari need for achievement, Dalam ketengannya, Me. Celkind menganggap n Ach sebagai virus mental dengan tanda-tanda cenderung bekerja dan berbuat dengan semangatnya yang khas dan kompetitif, bekerja lebih keras dan lebih tekun.
Motif prestasi dapat dilihat perwujudannya dalam tingkah laku prestatif, yaitu tingkah laku yang ditujukan kearah pencapaian hal yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki dalam suatu tugas yang melibatkan kompetisi prestasi dan standart mutu tertentu. Ada empat bidang yang harus diperhatikan yaitu prestasi intelektual, prestasi artistik, prestasi fisik serta prestasi mekanik.
Seperti yang dijelaskan Nasution (1987 : 181-182 ), banyak ahli yang meneliti mengenai motivasi. Hewitt misalnya sampai pada suatu kesimpulan bahwa taraf tertinggi motivasi adalah motivasi untuk keberhasilan yang merupakan syarat agar anak didorong dengan kemauannya sendiri dan merasa kepuasan dalam mengatasi tugas yang kian bertambah sulit dan berat. Bila taraf ini tercapai maka anak sanggup untuk belajar sendiri.
Ada tiga variabel pokok yang dipakai untuk mengukur motof prestasi, yaitu standart keunggulan tugas (task related starrdart of excellence), standart keunggulan diri (self related standard of excellence) dan standart keunggulan orang lain (other related standard of excellence). Pengukuran motif prestasi dipusatkan pada ketiga standart keunggulan tersebut. Aspek-aspek lain mengenai motif prestasi tercakup didalamnya. Kriteria pengukurannya adalah tingkat keinginan anak untuk mencapai standart keunggulan tugas, keunggulan diri, keunggulan orang Iain (Rahayu Haditono, l983: 69).
Seseorang akan memiliki motif prestasi yang tinggi jika ia memiliki ciri-ciri sebagaimana dikemukakan oleh Hekhausen atas dasar pandangan Mc.Clleland sebagai berikut:
a. Senantiasa berorientasi kepada keberhasilan atau sukses dan lebih percaya diri dalam menghadapi tugas pekerjaan yang berhubungan dengan prestasi.
b. Memiliki sikap yang berorientasi kepada tujuan dan masa depan.
c. Cenderung memilih hal-hal yang cukup sulit dalam melasanakan tugas pekerjaan yang terkait dengan prestasi.
d. Tidak suka memboroskan waktu, apalagi menyia-nyiakan.
e. Selalu tekun dalam melaksanakan tugas dan tidak akan menyerah jika tugasnya terhambat.
f. Lebih suka mengandalkan kemampuan sendiri daripada mencari partner dalam melaksanakan tugasnya.
Mereka yang memiliki motif prestasi rendah berkecenderungan mempunyai karakteristik yang berlawanan dengan ciri-ciri di atas. Terdapat kemungkinan dampak konsep mengenai diri sendiri, termasuk di dalamnya adalah sikap terhadap pelajaran Sejarah, perasaan, penilaian kemampuan sendiri, kewenangan dan diterima di Hngkungannya terhadap hasil beiajar atau prestasi dalam mata pelajaran Sejarah.

C. Bahan Bacaan dan Hasil Belajar
Secara umum keberhasilan proses belajar mengajar juga dipengaruhi oleh lengkapnya sarana dan prasarana yang dimiliki siswa yang berkaitan dengan mata pelajaran yang bersangkutan, Lengkapnya bahan bacaan yang berkaitan dengan mata pelajaran merupakan sumbangan yang tidak ringan bagi anak untuk mencapai prestasi,
Dalam teori tentang produktivitas ekonomi, bacaan terpilih akan menghasilkan produktivitas yang lebih besar. Me. Clleland dalam kajiannya beranggapan bahwa suatu negara yang memiliki perbendaharaan isi bacaan anak-anak dengan isyarat supaya mengejar prestasi, maka pada generasi berikutnya akan terdapat kenaikan produktivitas yang lebih besar di negara tersebut.
Dalam kaitannya dengan hasil beiajar sebagai salah satu produktivitas atau prestasi intelektual kehadiran bahan bacaan yang mengarah terhadap pembentukan prestasi sangat dibutuhkan, baik itu dalam bentuk cerita bergambar maupun cerita dalam majalah anak-anak, latihan Sejarah yang terdapat didalamnya secara tidak langsung akan mempengaruhi tingkat keberhasilan anak apalagi ditunjang dengan adanya buku-buku paket pelajaran dan buku latihan yang cukup banyak.



BAB III
METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian
Rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan (action research). Dengan perkataan lain penerapan penelitian tindakan di dalam kelas diharapkan mampu mendorong guru untuk memiliki kesadaran diri melakukan refleksi dan kritik diri terhadap aktivitas pembelajaran. Penelitian tindakan (action research) merupakan proses daur ulang, mulai tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan pemantauan, refleksi yang mungkin diikuti dengan perencanaan ulang (Waseso, 1994).
Dalam pelaksanaannya, penelitian tindakan (action research) dimulai dari pengumpulan dan penyusunan data yang meliputi analisis dan interpretasi tentang arti data tersebut. Penelitian tindakan merupakan intervensi skala kecil terhadap tindakan dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap pengaruh intervensi tersebut (Cohen dan Mantion, 1980; Zuriah, 2003). Berpijak dari pendangan tersebut, rnaka penelitian tindakan ini didasarkan pada situasional dan bergaya realitas lapangan (Hopkins, 1985, 1993; Me. Niff, 1992).
Rancangan dalam penelitian ini direncanakan melalui beberapa tahap perencanaan, antara lain : (1) refleksi awal, (2) peneliti merumuskan permasalahan secara operasional, (3) peneliti merumuskan hipotesis tindakan, dan (4) menetapkan dan metumuskan rancangan tindakan.
Winarno Surachmad (1982 : 140) mengemukakan tentang sifat-sifat yang terdapat dalam metode deskriptif sehingga dapat dipandang sebagai ciri khas antara lain :
1. memusatkan diri pada pemecahan-pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang dan bersifat aktual.
2. data yang dikumpulkan pada mulanya disusun, dijelaskan kemudian dianalisis.
Dalam rancangan penelitian ini dilakukan suatu model kerjasama antara guru, orang tua dan siswa Kelas XII IPS - 1 SMA ____________dalam menerapkan latihan mandiri, motif prestasi dan koleksi bahan bacaan siswa. Guru bersama orang tua melakukan dorongan kepada siswa untuk berlatih mandiri dengan mengerjakan tugas dan menyelesaikan pekerjaannya secara baik. Latihan mandiri akan memberikan motif prestasi terhadap siswa, selain itu koleksi bacaan yang dimiliki oleh siswa dan dorongan guru maupun orang tua terhadap koleksi bacaan siswa akan berpengaruh terhadap pemberian latihan mandiri.

B. Lokasi dan Subjek Penelitian
Lokasi penelitian ini mempunyai pengertian tempat, pelaku nan kegiatan (Nasution, 1992). Lokasi penelitian dari aspek “tempat” ialah lokasi dimana proses pembelajaran berlangsung, yaitu Kelas XIIIPS-1 SMA ____________ Dari aspek “pelaku” ialah terdiri dari peneliti, guru, orang tua dan siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________yang terlibat daiam proses belajar mengajar. Dari aspek “kegiatan” ialah memahami meningkatkan hasil belajar Sejarah dengan metode latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan terhadap siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
Sumber yang dapat memberikan informasi dan dapat membantu perluasan teori merupakan subjek penelitian (Bogdan dan Biklen, 1990). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam proses belajar mengajar guna mengetahui peranan latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan terhadap hasil belajar Sejarah siswa kelas Kelas XII IPS-1 SMA ____________ Jumlah siswa kelas Kelas XII IPS-1 SMA ____________yang terlibat dalam interaksi belajar mengajar adalah 42 siswa. Alasan pemilihan subjek penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan terhadap hasil belajar Sejarah pada siswa Kelas XII IPS-1 SMA ______________, sehingga dapat diketahui manfaat pemberian latihan mandiri, motif prestasi dan koleksi bacaan sebagai bentuk peningkatan mutu hasil belajar Sejarah.

C. Langkah - Langkah Penelitian
Kegiatan peneliti dalam upaya mengetahui peranan latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan terhadap hasil belajar Sejarah pada siswa Kelas XII IPS-1 SMA ________________, maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Observasi penelitian. Tahap ini merupakan tahap orientasai lapangan dengan tujuan untuk mengenal segala unsur lingkungan fisik dan alam sekitar. Observasi merupakan dasar semua ilmu pengetahuan selama di lapangan, peneliti berusaha berinteraksi dengan subjek secara aktif, sebab observasi adalah kegiatan selektif dari suatu proses aktif yang dimaksudkan untuk mengetahui keadaan objek peneiitian sebelum peneliti melakukan penelitian sesuai dengan kenyataan yang ada (Nasution, 1988).
b. Penentuan lokasi penelitian. Tahap ini memastikan bahwa SMA ____________dijadikan sebagai latar penelitian dengan pertimbangan tempat yang di teliti tersedia sumber data yang cukup.
c. Pengumpulan data awal untuk memfokuskan masalah penelitian dilakukan peneliti dengan mengadakan pengamatan langsung. Hal ini dimaksudkan agar mendapatkan data yang valid dan realible sesuai dengan kondisi objek penelitian. Dengan melakukan pengamatan langsung, maka peneliti akan memperoleh catatan lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Catatan lapangan merupakan jantungnya penelitian kualitatif; dimana memposisikan manusia sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data (Moleong, 1995). Kehadiran peneliti di lapangan sangat diutamakan, sebab dalam pengumpulan data harus dilakukan dalam situasi yang sebenarnya. Pentingnya pengamatan dalam penelitian kualitatif diantaranya : (1) pengamatan ini didasarkan pada pengamatan langsung, (2) dapat mencatat perilaku dan kejadian yang terjadi padn kondisi yang sebenarnya, (3) memungkinkan mencatat situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data, (4) menghindari bias pada saat wawancara, (5) peneliti mampu memahami situasi rumit, dan (6) membantu bila tidak memungkinkan menggunakan teknik komunikasi.
d. Melakukan penelitian terhadap 42 siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam proses belajar mengajar Sejarah. Dalam pengamatan ini memfokuskan pada variabel latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan yang dimiliki oleh siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________sebagai upaya untuk mengetahui peranannya terhadap hasil belajar Sejarah.
e. Melakukan wawancara terhadap guru dan orang tua siswa tentang pemberian latihan mandiri dalam setiap minggunya berdasarkan frekuensi. Selanjutnya melakukan tes cerita dan tes bergambar melalui angket untuk mengetahui motif prestasi siswa dan pengecekan koleksi bacaan yang dimiliki oleh siswa melalui angket.
f. Melakukan pengumpulan data terhadap latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pemberian tes dan melalui angket.
g. Setelah data terkumpul selanjutnya diidentifikasi dan mengeskrispsikan hasil identifikasi.
h. Langkah terakhir mendeskripsikan dan memaparkan hasil penelitian secara kualitatif sesuai dengan fokus penelitian.



D. Instrumen Penelitian
Ada lima jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian tindakan, antra lain observasi, wawancara, catatan lapangan, angket dan dokumentasi (Zuriah, 2003). Dalam penelitian ini instrumen penelitian yang digunakan meliputi (l) observasi, (2) wawancara, (3) Pemberian Tes, (4) Pemberian angket dan (5) dokumentasi.
a. Observasi
Observasi merupakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek di tempat kejadian atau berlangsungnya peristiwa (Zuriah, 2003). Ada dua jenis observasi yang dilakukan antara lain : (1) observasi langsung, yaitu observasi yang dilakukan dimana observer berada bersama objek yang diselidiki, dan (2) observasi tidak langsung, yaitu observasi atau pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diteliti. Penelitian ini melakukan observasi langsung terhadap latihan mandiri, motif prestasi dan koleksi bacaan yang dimiliki siswa kelas Kelas XIIIPS-1 SMA ____________dan pengaruhnya terhadap hasil belajar Sejarah
b. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu prosedur terpenting untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, karena banyak inforraasi yang diperoleh peneliti melalui wawancara. Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang menghendaki komunikasi langsung natara peneliti dengan responden (Zuriah, 2003). Wawancara adalah suatu percakapan yang bertujuan rnemperoleh konstruksi yang terjadi sekarang tentang orang, kejadian, aktivitas, organisasi, perasaan, motivasi, pengakuan, kensauan dan sebagainya (Arifin, 1998). Maksud wawancara antara lam untuk mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan kepedulian dan Iain-lain (Moleong, 2000).
Peneliti melakukan wawancara untuk memperoleh data sesuai dengan kenyataan pada saat peneliti melakukan wawancara. Wawancara dalam penelitian ini di tujukan kepada guru kelas, orang tua dan siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________ Wawancara dalam penelitian ini menggunakan jenis wawancara mendalam yang tak terstruktur. Dengan wawancara tak terstruktur akan diperoleh informasi sebanyak-banyaknya yang rahasia dan sensitif sifatnya, serta memungkinkan sekali dicatat semua respons efektif informan yang tampak selama wawancara berlangsung (Bafadal, 1994). Dalam pelaksanaan wawancara terlebih dahulu disusun garis-garis besar pertanyaan yang disampaikan kepada informan berdasarkan pada fokus dan sub fokus penelitian.
c. Pemberian Tes
Pemberian tes dilakukan untuk mengetahui motif prestasi siswa kelas Kelas XII IPS-1 SMA ____________terhadap hasil belajar Sejarah. Motif prestasi yang diungkap dalam pemberian tes ini adalah untuk mengetahui standar keunggulan diri, standar keunggulan tugas dan standar keunggulan orang lain.
Pemberian tes ini dilakukan dua kali, yaitu sebelum diberikannya latihan dan sesudah diberikan latihan mandiri kepada siswa kelas Kelas XII IPS-1 SMA ____________Kota Kediri. Pada dasarnya pemberian tes dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas Kelas XII IPS-1 SMA ____________terhadap pelajaran Sejarah sebelum dan sesudah diberikannya latihan mandiri.
d. Pemberian Angket
Pemberian angket dilakukan untuk mengetahui frekuensi latihan mandiri yang diberikan oleh guru dan orang tua selama satu minggu. Bentuk pemberian angket ini selain kepada guru dan orang tua, juga diberikan kepada siswa untuk mengetahui hasil belajar melalui tes dan untuk mengetahui jumlah koleksi bacaan yang dimiliki siswa kelas Kelas XII IPS-1 SMA ____________
Guru, orang tua dan siswa masing-masing mengisi angket yang diberikan oleh peneliti. Guru mengisi angket tentang frekuensi latihan mandiri dan kemampuan serta perilaku siswa, orang tua mengisi angket frekuensi mandiri yang diberikan selama seminggu dan siswa mengisi angket melalui tes dan koleksi bacaan.
e. Dokumentasi
Pendokumentasian adalah cara mengumpuikan data melalui peninggalan tertulis, terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum lain yang berhubungan dengan masalah penelitian (Zuriah, 2003),
Dokumen dan record dapat digunakan untuk keperluan penelitian, karena (1) merupakan sumber yang stabil, kaya dan mendorong, (2) berguna sebagai bukti untuk semua pengujian, (3) sifatnya alamiah sesuai dengan konteks, (4) hasil pengkajian akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas pengetahuan yang diselidiki.

E. Pengumpulan Data
Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambilan data atau alat pengukurannya. Tidak kalah pentingnya adalah kualitas peneliti dalam mengambil data yang akan digunakan harus dipenuhi secara tertib. Setiap alat atau metode pegambilan data mempunyai panduan pelaksanaan. Panduan ini hams memberikan penjelasan tentang arti dari tiap-tiap pertanyaan di dalam daftar pertanyaan, begitu pula cara-cara pendekatan pada responden dan metode wawancaranya. Data yang diambil dari sumber pertama ini disebut data primer. Selain data primer ada pula data sekunder yang terdapat pada instansi-instansi tertentu yang, sudah berbentuk tabet-tabel ataupun dokumen-dokumen lain (IB.Mantra, 1998).
Data adalah sesuatu yang dapat dianalisis, sehingga data tersebut tidak hanya berbentuk angka-angka, tetapi juga perilaku, sikap dan lain sebagainya. Tugas asisten peneliti tidak hanya mengisi kuesioner berdasarkan jawaban responden, tetapi juga melihat, mendengar dari hal-hal yang relevan dengan topik penelitian. Dapat pula dikatakan bahwa data adalah hasil pengamatan, manifestasi fakta atau kejadian spesifik.
Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, pemberian tes, pemberian angket dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada proses belajar mengajar Sejarah Kelas XII IPS-1 SMA ____________dengan pemberian latihan mandiri. Teknik wawancara dilakukan peneliti terhadap guru Kelas XII IPS-1 SMA ____________untuk mengetahui hasil belajar Sejarah sebelum dan sesudah diberikannya latihan mandiri, penilaian motif prestasi dan pendataan koleksi bacaan yang dimiliki oleh siswa. Wawancara juga dilakukan terhadap orang tua siswa tentang pemberian latihan mandiri yang diberikan setiap minggu berdasarkan frekuensinya. Pengumpulan data dalam penelitian selain data primer juga menggunakan data sekunder sebagai acuan, yaitu berdasarkan teori-teori dan studi pustaka. Berikut ini penjelasan metode wawancara, metode tes dan metode angket yang dilakukan dalam pemberian latihan mandiri, motif prestasi siswa dan koleksi bahan bacaan Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
a. Metode wawancara digunakan untuk meraih data variabel latihan mandiri berdasarkan frekuensi pemberian latihan mandiri oleh guru dan orang tua dalam setiap minggunya. Berdasarkan wawancara akan diperoleh kriteria frekuensi paling rendah sampai frekuensi paling tinggi. Kriteria baik diberikan pada frekuensi latihan mandiri paling tinggi, kriteria cukup diberikan pada frekuensi latihan mandiri sedang, dan kriteria kurang diberikan pada frekuensi latihan mandiri paling rendah.
b. Metode tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui motif prestasi. Hasil pemberian tes berupa standar keunggulan diri, standar keunggulan tugas dan standar keunggulan orang lain. Perwujudan pemberian tes cerita dan tes bergambar dalam bentuk angket untuk mengetahui motif prestasi siswa dengan kriteria baik, cukup dan kurang.
c. Metode angket digunakan untuk mengetahui jumlah koleksi bacaan yang dimiliki siswa Kelas XII IPS-1 SMA __________________ berkaitan dengan mata pelajaran Sejarah. Koleksi bacaan yang dimaksud adalah cacatan dari guru, buku paket, buku latihan soal, majalah anak-anak yang didalamnya berisi pelajaran dan latihan Sejarah. Berdasarkan angket yang diberikan akan diketahui keterangan lengkap jika siswa memiliki empat jenis bahan bacaan, kurang lengkap jika siswa memiliki tiga jenis bahan bacaan dan tidak lengkap jika siswa memiliki dua jenis bacaan.

F. Analisis Data
Setelah data dikumpulkan, selanjutnya data tersebut perlu diolah atau dianalisis untuk dijadikan informasi. Sebelum diolah, data yang terkumpul perlu diseleksi terlebih dahulu atas dasar reliabilitas dan validitasnya. Data yang rendah realibilitas dan validitasnya digugurkan atau dilengkapi dengan substitusi. Data yang telah lulus dalam seleksi lalu diolah atau dianalisis merupakan suatu informasi yang siap untuk dievaluasi dan diinterpretasi.
Analis data merupakan proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis sesuai dengan arah dan saran data yang ada. Analisis merupakan proses penyusunan data agar dapat ditafsirkan. Dalam analisis data terdapat proses mencari dan mengatur secara sistematis transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain yang telah dihimpun oleh peneliti (Bogdan dan Biklen, 1982).
Pekerjaan analisis meliputi kegiatan mengerjakan data, menata, membagi menjadi satuan-satuan yang dapat dikelola, mensintesiskan, mencari pola, menemukan apa yang penting dan apa yang akan peneliti laporkan. Analisis data perlu dilakukan secara terus menerus selama penelitian berlangsung (Miles dan Hubermen, 1984). Analisis data adalah proses menyusun, mengkatagorikan data, mencari pola atau tema dengan maksud untuk memahami maknanya fNasution, 1988}. Analisis data adalah proses pengorganisasian dan pengurutan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar, sehingga dapat ditemukan tema seperti yang disarankan oleh data (Meleong, 1995).
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Dengan maksud bahwa penelitian kualitatif dirancang untuk memperoleh informasi tentang pengaruh latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan terhadap hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________berdasarkan kualitas. Setelah data hasil penelitian terkumpul, maka selanjutnya data tersebut disusun secara sistematis. Beberapa alur kegiatan dalam analisis kualitatif yang menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, antara lain ;
a. Tahap editing, yaitu melakukan pengecekan terhadap data yang masuk berdasarkan kelangkapan dan kekurangannya.
b. Tahap koding, yaitu melakukan klasifikasi data sesuai dengan kategori data yang dibutuhkan untuk masing-masing variabel.
c. Tahap tabulasi, yaitu memasukkan data yang telah diklasifikasikan ke dalam tabel-tabel
d. Tahap analisis, yaitu melakukan analisis berdasarkan data-data yang telah terkumpul dan disajikan dalam bentuk tabel, kemudian dianalisis berdasarkan kualitas.



BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang dilakukan terhadap siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________tentang meningkatkan hasil belajar Sejarah dengan metode latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan, diuraikan dalam paparan data dan temuan penelitian.
Hasil penelitian ini merupakan penyajian data berupa tabel-tabel yang diperoleh dari kegiatan observasi, wawancara, pemberian tes, pemberian angket dan dokumentasai. Pengembangan hasil penelitian ini mengarah pada aktivitas siswa kelas Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam belajar Sejarah. Aktivias siswa yang dimaksud adalah penilaian dari faktor latihan mandiri, motif prestasi dan semangat untuk memiliki koleksi bacaan Sejarah. Pemberian latihan mandiri oleh guru dan orang tua akan tnemberikan gambaran terhadap perkembangan prestasi siswa dan semangat memiliki koleksi bahan bacaan Sejarah. Perubahan yang terjadi dalam diri siswa akibat dorongan guru dan orang tua akan dinilai berdasarkan kualitas perilaku belajar dan motif prestasi. Keterlibatan guru dan orang tua dalam meningkatkan hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ________________ diharapkan mampu dilalui dengan cara pemberian latihan mandiri yang dapat menumbuhkan motif prestasi dan semangat untuk rnemiliki kaleksi bahan bacaan Sejarah. Peningkatan kualitas siswa dalam belajar dan berusaha mencapai prestasi Sejarah akan menjadi perubahan yang berarti dalam pengaruh pemberian latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan siswa. Hasil penelitian ini digambarkan dalam bentuk paparan data dan temuan penelitian guna mendapatkan kejelasan dalam melakukan pembahasan dengan analisis kualitatif yang diinginkan.
1. Paparan Data
Perolehan data yang telah diseleksi clan diklasifikasikan disajikan dalam bentuk tabel. Dalam paparan data hasil penelitian ini akan diungkap beberapa hal yang berhubungan dengan kegiatan latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
Kegiatan belajar mengajar Sejarah di Kelas XII IPS-1 SMA ____________pada tahun pelajaran 2007/2008 mengalami berbagai kendala yang berhubungan dengan rendahnya nilai Sejarah akibat kesulitan belajar dan kurang minat terhadap pelajaran Sejarah karena dianggap sulit. Kenyataan ini ditunjukkan dengan hasil belajar Sejarah pada semester pertama masih rendah dari target yang diinginkan. Beberapa sekolah dasar mengalami masalah yang sama dengan kategori tingkat kesulitan belajar yang berbeda. Berdasarkan kualitas hasil belajar yang rendah tersebut, maka peneliti mencoba memberikan metode pengajaran dengan program latihan mandiri untuk menghasilkan motif prestasi dan mengkaitkan bahan bacaan sebagai faktor penunjang dalam belajar. Kegiatan latihan mandiri tersebut disepakati oleh guru dan orang tua untuk bekerjasama dalam tnelaksanakan program latihan mandiri.
Secara umum kegiatan belajar mengajar Sejarah Kelas XII IPS-1 SMA ____________dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Dalam setiap pertemuan menunjukkan adanya siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________yang mengalami kesulitan belajar Sejarah dan cenderung kurang bersemangat.
b. Beberapa siswa menunjukkan semangat yang tinggi dalam mengikuti pelajaran Sejarah.
c. Kualitas belajar Sejarah secara kualitas belum terpenuhi, namun secara kuantitas semua siswa melakukan proses belajar mengajar sesuai jadwal yang ditentukan.
d. Sistem pengajaran masih bersifat monoton, yaitu siswa cenderung sebagai pendengar, sehingga kesulitan belajar Sejarah yang dialami siswa kurang mendapatkan perhatian secara khusus.
e. Informasi guru mengatakan bahwa kesulitan belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________disebabkan oleh faktor internal siswa, namun demikian faktor eksternal dari lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga kurang diperhatikan.
f. Kegiatan belajar kelompok dan pembagian tugas kelompok dalam pengajaran Sejarah menunjukkan adanya kemajuan siswa dalam mengatasi kesulitan belajar.
g. Semakin banyak bahan bacaan yang dimiliki siswa, maka semakin kecil kesulitan belajar yang dialami.
h. Pengaruh dorongan dan motivasi guru beserta orang tua untuk mengerjakan tugas, giat belajar dan memperbanyak latihan soal dapat mengurangi kesulitan belajar siswa dalarn belajar Sejarah .
Berdasarkan kegiatan belajar mengajar Sejarah yang menunjukkan kesulitan belajar siswa dan belum dikembangkan suatu metode untuk memecahkan masalah tersebut, maka peneliti mencoba memberikan alternatif latihan mandiri dalam menghasilkan motif prestasi dan bahan bacaan dalam mendukung hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________terutama pada mata pelajaran Sejarah.
2. Temuan Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dan paparan data dengan program pemberian latihan mandiri kepada siswa Kelas XII IPS-1 SMA I _______________, maka ada beberapa temuan penelitian yang mengarah pada kreativitas siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________ Temuan tersebut menunjukkan perubahan sikap siswa sebelum diberikannya latihan mandiri dan sesudah diberikannya latihan mandiri. Siswa mengalami perubahan sikap yang cenderung lebih percaya diri, tanggung jawab dan mempunyai semangat tinggi dalarn rnenyelesaikan tugas. Kebanyakan siswa mempunyai motif prestasi yang rendah sebelum diberikannya latihan mandiri, sehingga suasana kelas belum kondusif dan belum ada motivasi belajar pada masing-masing siswa. Setelah diberikan latihan mandiri, siswa mempunyai motif prestasi yang tinggi dan mempunyai koleksi bacaan yang lengkap. Temuan penelitian lain adalah adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikannya latihan mandiri. Berikut ini paparan data dan temuan penelitian yang disajikan dalarn bentuk tabel.
Tabel I.
Daftar Siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
Kota Kediri
No Nama Siswa Jenis Kelamin
Laki-Laki (L)/Perempan (P)
1. ADHITYA SURYA PRATAMA L
2. ADIN NAFIQAH SAPUTRI p
3. AFRIDA ROMA MUHARINI p
4. AINUL FATIYAH P
5. ANITA KURNIAWATI P
6. ANITA RAHMI P
7. ARIS SULISTYONO L
8. ASTIKA KUSUMA W. P
9. ATIK TRI WAHYUNI P
10. DEAJENG MUNCAHYANI P
11. DEWIN AWA AKHIRULIA P
12. EKROMIDATUL P
13. FINDI ATMA KHOIR P
14. FITRIA SEPTININGTYAS P
15. FITRIANADEWI P
16. HIMA YATUNA IMAMA L
17. IKANPUSPANINGTYAS P
18. IKA TRI LESTIANI P
19. INDRA MUBAROQ L
20. LENNY ENGGAL LESTARl P
21. LULUK FITRIANI P
22. LUSI YANTI KASARI P
23. META CHRISLY W. P
24. M1FTAHUL MUNIR P
25. MIFTAHUL NIKMAH P
26. MOH. LUTFIL ANSHORI L
27. MUHAMAD DARUL AMIN L
28. MUDRIKAH P
29. PUSPA CAHYAN1NGTYAS P
30. RESWI ATINAYU P
31. RINA ASTUTI P
32. SEFTIANA P
33. SUYANTO L
34. TRISIWI TYAS UTAMI P
35. VARIS EKA EVITASARI P
36. WUIRAHAYU P
37. YULIS ERMAWATI P
38. YUNIKRISTININGSIH P
39. YUNIASTIKA KRISTANTI P
40. YULIUS PRAMONO P
41. ZAINAL ARIF P
42. ZAINI SAIFUDDIN P




Tabel 2.
Frekuensi Latihan Mandiri Setiap Minggu
No. Nama Siswa Diberikan Oleh Guru Diberikan Oleh Orang Tua
1. ADHITYA SURYA P. B B
2. ADIN NAFIQAH SAPUTRI B B
3. AFRID A ROMA MUHARINI B B
4. AINUL FATIYAH B C
5. ANITA KURNIAWATI B B
6. ANITA RAHMI B K
7. ARIS SULISTYONO B B
8. ASTIKA KUSUMA W. B B
9. ATIK TRI WAHYUNI B B
10. DEAJENG MUNCAHYANI B C
11. DEWINAWA AKHIRULIA B B
12. EKROMIDATUL B B
13. FINDI ATMA KHOIR B K
14. FITRIA SEPTININGTYAS B B
15. FITRIANA DEWI B B
16. HIMA YATUNA IMAMA B C
17. IKANPUSPANINGTYAS B C
18. IKA TRI LESTIANI B C
19. INDRA MUB AROQ B C
20. LENNY ENGGAL LESTARI B B
21. LULUK FITRIANI B K
22. LUSI YANTI KASARI B B
23. META CHRISLY W. B C
24. MIFTAHUL MUNIR B B
25. MIFTAHUL NIKMAH B C
26. MOH. LUTFIL ANSHORI B B
27. MUHAMAD DARUL AM1N B B
28. MUDRIKAH B B
29. PUSPA CAHYANINGTYAS B C
30. RESWI ATINAYU B B
31. RINA ASTUTI B K
32. SEFTIANA B B
33. SUYANTO B B
34. TRISIWI TYAS UTAMI B B
35. VARIS EKA EVITASARI B K
36. WIJIRAHAYU B B
37. YULIS ERMAWATI B B
38. YUNIKRISTININGSIH B C
39. YUNIASTIKA KRISTANTI B C
40. YULIUS PRAMONO B C
41. ZAINAL ARIF B C
42. ZAINI SAIFUDDIN B B
Keterangan : B : Baik C : Cukup K : Kurang













Tabel 3.
Frekuensi Latihan Mandiri
No. Nama Siswa Kepercayaan diri Latihan Tanggung Jawab Penyelesaian Tugas
1. ADHITYA SURYA P. B B B
2. ADIN NAFIQAH S. B B B
3. AFRIDAROMAM B B B
4. AINUL FATIYAH C K B
5. ANITA KURNIA B E B
6. ANITA RAHMI C C C
7. ARIS SULISTYONO B B B
8. ASTIKA KUSUMA B B B
9. ATIK TRI WAHYUNI B B B
10. DEAJENG M. B B C
11. DEWINAWA AKHIR B B B
12. EKROMIDATUL B B C
13. FINDI ATMA KHOIR C C K
14. FITRIA SEPTINING B B C
15. FITRIANA DEWI B B B
16. HIMA YATUNA IMA B B B
17. IKANPUSPANINGT B C C
18. IKA TRI LESTIANI B B B
19. INDRA MUBAROQ B B B
20. LENNY ENGGAL L. B B B
21. LULUK FITRIANI C K C
22. LUSI YANTIK. B C B
23. METACHRISLYW. B C B
24. MIFTAHUL MUNIR B B B
25. MIFTAHUL NIKMA B C C
26. MOH. LUTFIL A. B B B
27. MUHAMAD DARUL B B B
28. MUDRIKAH B B B
29. PUSPA CAHYANIN C K B
30. RESW1 ATTNAYU B B B
31. RINA ASTUTI C C C
32. SEFTIANA B B B
33. SUYANTO B B B
34. TRISIWI TYAS U. B B C
35. VARIS EKA EVITAS. C C K
36. WIJIRAHA YU B B C
37. YULIS ERMAWATI B B B
38. YUNIKRISTINING B B B
39. YUNIASTIKA KRIS B C
40. YULIUS PRAMONO B B B
41. ZAINAL ARIF B B B
42. ZAINI SAIFUDDIN B B B
Keterangan : B : Baik C : Cukup K : Kurang









Tabel 4.
Tingkat Kemampuan Motif Prestasi
No. Nama Siswa Keunggulan diri Keunggulan Tugas Keunggulan Orang Lain
1. ADHITYA SURYA P. B B B
2. ADIN NAFIQAH S. B B B
3. AFRIDA ROMA M C B C
4. AINUL FATIYAH C B C
5. ANITA KURNIA B B B
6. ANITA RAHMI C C C
7. ARIS SULISTYONO B B B
8. ASTIKA KUSUMA B B B
9. ATIK TRI WAHYUNI C C B
10. DEAJENG M. B C B
11. DEWI NAWA AKHIR B B B
12. EKROMIDATUL B C C
13. FINDI ATMA KHOIR K K C
14. FITRIA SETININH B C C
15. FITRIANA DEWI B B B
16. HIMA YATUNA IMA B B B
17. IKANPUSPANINGT B C B
18. IKA TRI LESTIANI B B C
19. INDRA MUBAROQ B B C
20. LENNY ENGGALL. B B B
21. LULUK FITRIANI C C C
22. LUSI YANTI K. B B B
23. META CHRISLY W. C B B
24. MIFTAHUL MUNIR C B B
25. MIFTAHUL NIKMA C C B
26. MOH. LUTFIL A. B B B
27. MUHAMAD DARUL B B B
28. MUDRIKAH C B C
29. PUSPA CAHYANI C B C
30. RESWIATINAYU B B B
31. RINA ASTUTI C C C
32. SEFTIANA B B B
33. SUYANTO B B B
34. TRISIWI TYAS U. B C C
35. VAR1SEKAEVITAS. K K C
36. WIJI RAHAYU B C C
37. YULIS ERMAWATI B B B
38. YUNIKRISTINING B B B
39. YUNIASTIKA KRISTI B C B
40. YULIUS PRAMONO B B C
41. ZAINAL ARIF B B C
42 ZAINI SAIFUDDIN B B B
Keterangan : B : Baik C : Cukup K : Kurang










Tabel 5.
Daftar Koleksi Bahan Bacaan
No. Nama Siswa Catatan Dari Guru Buku Paket Buku Latihan Soal Sumber lain
1. ADHITYA SURYA P. L L L L
2. ADINNAFIQAHS. L L L L
3. AFRIDA ROMA MUH L L KL KL
4. AINUL FATIYAH L KL L KL
5. ANITA KURNIA WATI L L L KL
6. ANITA RAHMI KL L L KL
7. ARIS SULISTYONO L L L L
8. ASTIKA KUSUMA W. L L L KL
9. ATIK TRI WAHYUNI L L L L
10. DEAJENGM. L L L KL
11. DEWINAWA AKHIR L L L KL
12. EKROMIDATUL L L L KL
13. FINDI ATMA KHOIR KL KL L TL
14. FITRIA SEPTINING L L L KL
15. FITRIANADEWI L L L KL
16. HIMA YATUNA IMA L L L KL
17. IKANPUSPANINGTY L L KL TL
18. IKA TRI LESTIANI L L L L
19. INDRA MUBAROQ L L L L
20. LENNY ENGGAL L. L L L L
21. LULUK FITRIANI KL KL L TL
22. LUSI YANTI KASARI L L L KL
23. META CHRISLY W. L L L KL
24. MIFTAHUL MUNIR L L L KL
25. MIFTAHUL NIKMAH L KL L TL
26. MOH. LUTFIL ANSHO L L L L
27. MUHAMADDARUL L L L L
28. MUDRIKAH L L KL KL
29. PUSPA CAHYANING L KL L KL
30. RESWI ATINAYU L L L KL
31. R1NA ASTUTI KL L L KL
32. SEFTIANA L L L L
33. SUYANTO L L L KL
34. TRISIWI TYAS U. L L L KL
35. VARIS EKA EVITAS. KL KL L TL
36. WIJI RAHAYU L L T KL
37. YULIS ERMAWATI L L L KL
38. YUNIKRISTINING L L L KL
39. YUNIASTIKAKRISTI L L KL TL
40. YULIUS PRAMONO L L L L
41. ZAINAL ARIF L L L L
42. ZAINI SAIFUDDIN L L L L
Keterangan : L : Lengkap KL : Kurang Lengkap TL : Tidak Lengkap









Tabel 6.
Daftar Nilai Tes Siswa Kelas XII IPS-1 SMA Negeri 1 Kediri
Kota Kediri
No. Nama Siswa Tes 1 Tes II Hasil Belajar
1. ADHITYA SURYA P. B B B
2. ADIN NAFIQAH S. B B B
3. AFRIDA ROMA MUH C C C
4. AINUL FATIYAH C B B
5. ANITA KURNIAWATI C B B
6. ANITA RAHMI K C C
7. ARIS SULISTYONO B B B
8. ASTIKA KUSUMA W. C B B
9. ATIK TRIWAHYUNI C B B
10. DEAJENG M. C C C
11. DEWINAWA AKHIR C B B
12. EKROMIDATUL C C C
13. FINDI ATMA KHOIR K K K
14. FITRIA SEPTINING C C C
15. FITRIANA DEWI K C K
16. HIMA YATUNA IMA C B B
17. IKANPUSPANINGTY K C K
18. IKA TRI LESTARI B C C
19. INDRA MUBAROQ C C C
20. LENNY ENGGAL L. B B B
21. LULUK FITRIANI K K K
22. LUSI YANTI KASARI B B B
23. META CHRISLY W. B C C
24. MIFTAHUL MUNIR C C C
25. MIFTAHUL NIKMAH C C C
26. MOH. LUTFIL A. B B B
27. MUHAMADDARUL B B B
28. MUDRIKAH C C C
29. PUSPA CAHYANING C B B
30. RESWI ATINAYU C B B
31. RINA ASTUTI K C C
32. SEFTIANA B B B
33. SUYANTO C B B
34. TRISIWI TYAS U. C C C
35. VARISEKAEVITAS. K K K
36. WIJI RAHAYU C C C
37. YULIS ERMAWATI K C K
38. YUNI KRISTINING C B B
39. YUNIASTIKA KRISTI K C K
40. YULIUS PRAMONO B C C
41. ZAINAL ARIF C C C
42. ZAINI SAIFUDDIN B B B
Keterangan : Tes I : Dilakukan sebelum diberikan latihan mandiri
Tes II : Dilakukan setelah diberikan latihan mandiri
B : Baik C : Cukup K : Kurang








Tabel 7.
Hubungan Latihan Mandiri Terhadap Hasil Belajar

No. Nama Siswa Latihan Mandiri Hasil Belajar Kriteria
1. ADHITYA SURYA P. B B B
2. ADIN NAFIQAH S. B B B
3. AFRIDA ROMA MUH C C C
4. AINUL FATIYAH C B B
5. ANITA KURNIAWATI B B B
6. ANITA RAHMI C C C
7. ARIS SULISTYONO B B E
8. ASTIKA KUSUMA W. B B B
9. ATIK TRIWAHYUNI B B B
10. DEAJENG M. B B B
11. DEWINAWA AKHIR B B B
12. EKROMIDATUL C C C
13. FINDI ATMA KHOIR K K K
14. FITRIA SEPTINING B B B
15. FITRIANA DEWI C B B
16. HIMA YATUNA IMA B B B
17. IKANPUSPANINGTY K K K
18. IKA TRI LESTARI C C C
19. INDRA MUBAROQ C C C
20. LENNY ENGGAL L. B B B
21. LULUK FITRIANI K K K
22. LUSI YANTI KASARI B B B
23. META CHRISLY W. C C C
24. MIFTAHUL MUNIR C c C
25. MIFTAHUL NIKMAH C c C
26. MOH. LUTFIL A. B B B
27. MUHAMADDARUL B B B
28. MUDRIKAH C C C
29. PUSPA CAHYANING C B B
30. RESWI ATINAYU B B B
31. RINA ASTUTI C C C
32. SEFTIANA B B B
33. SUYANTO B B B
34. TRISIWI TYAS U. C C C
35. VARISEKAEVITAS. K K K
36. WIJI RAHAYU B B B
37. YULIS ERMAWATI C B B
38. YUNI KRISTINING B B B
39. YUNIASTIKA KRISTI K K K
40. YULIUS PRAMONO C C C
41. ZAINAL ARIF C C C
42. ZAINI SAIFUDDIN B B B
Keterangan : B : Baik C : Cukup K : Kurang









Tabel 8.
Hubungan Motif Prestasi Terhadap Hasil Beiajar
No. Nama Siswa Motif Prestasi Hasil Belajar Kriteria
1. ADHITYA SURYA P. B B B
2. ADIN NAFIQAH S. B B B
3. AFRIDA ROMA MUH C C C
4. AINUL FATIYAH C B B
5. ANITA KURNIAWATI B B B
6. ANITA RAHMI C C C
7. ARIS SULISTYONO B B B
8. ASTIKA KUSUMA W. B B B
9. ATIK TRIWAHYUNI B B B
10. DEAJENG M. B B B
11. DEWINAWA AKHIR B B B
12. EKROMIDATUL C C C
13. FINDI ATMA KHOIR K K K
14. FITRIA SEPTINING B B C
15. FITRIANA DEWI C B B
16. HIMA YATUNA IMA B B B
17. IKANPUSPANINGTY K K K
18. IKA TRI LESTARI C C C
19. INDRA MUBAROQ C C C
20. LENNY ENGGAL L. B B B
21. LULUK FITRIANI K K K
22. LUSI YANTI KASARI B B B
23. META CHRISLY W. C C C
24. MIFTAHUL MUNIR C C C
25. MIFTAHUL NIKMAH C C C
26. MOH. LUTFIL A. B B B
27. MUHAMADDARUL B B B
28. MUDRIKAH C C C
29. PUSPA CAHYANING C B B
30. RESWI ATINAYU B B B
31. RINA ASTUTI C C C
32. SEFTIANA B B B
33. SUYANTO B B B
34. TRISIWI TYAS U. C C C
35. VARIS EKA EVITA S. K K K
36. WIJI RAHAYU B B C
37. YULIS ERMAWATI C B B
38. YUNI KRISTINING B B B
39. YUNIASTIKA KRISTI K K K
40. YULIUS PRAMONO C C C
41. ZAINAL ARIF C C C
42. ZAINI SAIFUDDIN B B B
Keterangan : B : Baik C : Cukup K : Kurang










Tabel 9.
Hubungan Koleksi Bahan Bacaan Terhadap Hasil Belajar
No. Nama Siswa Bahan Bacaan Hasil Belajar Kriteria
1. ADHITYA SURYA P. L B B
2. ADIN NAFIQAH S. L B B
3. AFRIDA ROMA MUH KL C C
4. AINUL FATIYAH L B B
5. ANITA KURNIAWATI L B B
6. ANITA RAHMI KL C C
7. ARIS SULISTYONO L B B
8. ASTIKA KUSUMA W. T B
9. ATIK TRIWAHYUNI L B B
10. DEAJENG M. L B B
11. DEWINAWA AKHIR L B B
12. EKROMIDATUL KL C C
13. FINDI ATMA KHOIR TL K K
14. FITRIA SEPTINING L B B
15. FITRIANA DEWI KL B B
16. HIMA YATUNA IMA L B B
17. IKANPUSPANINGTY TL K K
18. IKA TRI LESTARI KL C C
19. INDRA MUBAROQ KL C C
20. LENNY ENGGAL L. L B B
21. LULUK FITRIANI TL K K
22. LUSI YANTI KASARI L B B
23. META CHRISLY W. KL C C
24. MIFTAHUL MUNIR KL C C
25. MIFTAHUL NIKMAH KL C C
26. MOH. LUTFIL A. L B B
27. MUHAMADDARUL L B B
28. MUDRIKAH KL C C
29. PUSPA CAHYANING L B B
30. RESWI ATINAYU L B B
31. RINA ASTUTI KL C C
32. SEFTIANA L B B
33. SUYANTO L B B
34. TRISIWI TYAS U. KL C C
35. VARIS EKA EVITA S. TL K K
36. WIJI RAHAYU L B B
37. YULIS ERMAWATI KL B B
38. YUNI KRISTINING L B B
39. YUNIASTIKA KRISTI TL K K
40. YULIUS PRAMONO KL C C
41. ZAINAL ARIF KL C C
42. ZAINI SAIFUDDIN L B B
Keterangan :
L : Lengkap KL : Kurang Lengkap TL: Tidak Lengkap B : Baik C : Cukup K : Kurang









Tabel 10.
Hubungan Latihan Mandiri, Motif Prestasi dan Bahan Bacaan
Terhadap Hasil Belajar
No. Nama Siswa Latihan Mandiri Motif Prestasi Bahan Bacaan Hasil Belajar
1. ADHITYA SURYA P. B B L B
2. ADIN NAFIQAH S. B B L B
3. AFRIDA ROMA MUH C C KL C
4. AINUL FATIYAH C C L B
5. ANITA KURNIAWATI B B L B
6. ANITA RAHMI C C KL C
7. ARIS SULISTYONO B B L B
8. ASTIKA KUSUMA W. B B L B
9. ATIK TRIWAHYUNI B B L B
10. DEAJENG M. B B L B
11. DEWINAWA AKHIR B B L B
12. EKROMIDATUL C C KL C
13. FINDI ATMA KHOIR K K TL K
14. FITRIA SEPTINING B B L B
15. FITRIANA DEWI C C KL B
16. HIMA YATUNA IMA B B L B
17. IKANPUSPANINGTY K K TL K
18. IKA TRI LESTARI C n KL C
19. INDRA MUBAROQ C c KL C
20. LENNY ENGGAL L. B B L B
21. LULUK FITRIANI K K TL K
22. LUSI YANTI KASARI B B L B
23. META CHRISLY W. C C KL C
24. MIFTAHUL MUNIR C C KL C
25. MIFTAHUL NIKMAH C C KL C
26. MOH. LUTFIL A. B B L B
27. MUHAMADDARUL o B L B
28. MUDRIKAH C C KL C
29. PUSPA CAHYANING C C L B
30. RESWI ATINAYU B B L B
31. RINA ASTUTI C C KI. C
32. SEFTIANA B B L B
33. SUYANTO B B L B
34. TRISIWI TYAS U. C C KL C
35. VARIS EKA EVITA S. K K KL K
36. WIJI RAHAYU B B L B
37. YULIS ERMAWATI C C KL B
38. YUNI KRISTINING B B L B
39. YUNIASTIKA KRISTI K K KL K
40. YULIUS PRAMONO C C KL C
41. ZAINAL ARIF C C KL c
42. ZAINI SAIFUDDIN B B L B
Keterangan : L : Lengkap KL : Kurang Lengkap KL : Tidak Lengkap
B : Baik C : Cukup K : Kurang

B. Pembahasan
Berdasarkan paparan data dan temuan penelitian dapat diketahui gambaran umum tentang pengaruh latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan terhadap hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
Dalam pembahasan ini terdapat empat pokok bahasan yang berhubungan dengan rumusan masalah, yaitu : (1) membahas tentang penyebab hambatan belajar Sejarah pada siswa Kelas XII IPS-1 SMA Negeri 1 Kediri, (2) membahas pengaruh latihan mandiri terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________Kota Kediri, (3) membahas pengaruh motif prestasi terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA Negeri 1 Kediri, dan (4) membahas pengaruh bahan bacaan terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
Hasil pembahasan ini didasarkan pada analisis kualitatif, sehingga latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan dijelaskan secara kualitas dikaitkan dengan hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
1. Hambatan Belajar Sejarah
Hambatan belajar Sejarah yang dialami oleh siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________disebabkan oleh faktor internal yang berasal dari dalam diri siswa dan faktor ekternal yang berasal dari luar diri siswa (Burton, 1952). Gejala hambatan belajar dapat menimbulkan frustasi, kecemasan dan pada gilirannya akan mengurangi motivasi belajar sebagai akibat akhir adalah turunnya kualitas belajar siswa (Robert J.G. Barlow, 1961). Dengan kegagalan peristiwa belajar dapat mengakibatkan anak menjadi rendah diri, merasa tertekan, cemas terhadap masa depannya clan tercekam oleh perasaan bersalah (Bernand, 196 1).
Beberapa ciri-ciri siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________yang mengalami hambatan belajar Sejarah akan terlihat dalam sikapnya, sebagai berikut:
a. Selalu cemas, kurang mampu mengendalikan kecemasannya;
b. Kurang percaya diri dan kurang mampu mengadakan penyesuan diri;
c. Kurang mampu mengikuti otorita;
d. Sering konflik, tetapi tergantung dari pihak lain;
e. Kegiatannya kurang berwawasan pada segi pelajaran Sejarah.
Hambatan belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam belajar Sejarah yang disebabkan oleh faktor intern atau yang berasal dari dalam siswa sendiri, antara lain :
a. Kelemahan fisik, yang tampak pada :
- Susunan syaraf yang tidak berkembang, luka atau cacat sehingga yang bersangkutan emosional;
- Panca indera berfungsi kurang sempurna, sakit atau rusak, sehingga menyulitkan interaksi sosialnya;
- Terdapat cacat tubuh dan pertumbuhan organ yang tidak sempurna sehingga berakibat pada ketidak stabilan mental dan emosional.
- Penyakit menahun yang psikosomatis dan dapat menghambat usaha-usaha belajar secara optimal.
b. Kelemahan mental, yang nampak pada :
- Taraf kecerdasan yang kurang;
- Kurang minat, bimbang, kurang usaha, aktivitas yang tidak terarah, kurang menguasai kebiasaan belajar dan ketrampilan dasar belajar.
c. Kelemahan emosional, yang tampak pada:
- Perasaan tidak aman;
- Penyesuaian yang salah terhadap rasa tidak aman;
- Penyesuaian yang salah terhadap orang-orang, situasi tuntutan tugas dan lingkungannya;
- Tercekam rasa takut yang tidak rasional serta dikuasai oleh pertahanan diri dengan gaya berlebihan.
- Ketidak matangan jiwa.
d. Kebiasaan dan sikap yang salah, bisanya tampak pada:
- sering melakukan usaha yang tidak menunjang kegiatan belajar, malas dan sebagainya;
- kurang berani dan gagal memusatkan perhatian pada bahan pelajaran;
- kurang bekerjasama dan selalu berusaha meninggalkan tanggung jawab;
- suka membolos dan absen dalam belajar;
- gugup dan tidak mampu menguasa diri bila berhadapan dengan orang lain termasuk guru.
e. kelemahan dalam mengusai ketrampilan dasar belajar, yang tampak pada perilaku berikut:
- tidak lancar membaca, menghitung, berbahasa dan sebagainya;
- memiliki kebiasaan belajar dan bekerja yang salah, seperti belajar sarnbil menonton televisi, mendengarkan radio atau sambil tiduran.
Sedangkan faktor-faktor penyebab siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________mengalami hambatan belajar Sejarah yang berasal dari luar atau lingkungan, antara lain :
a. Keseragaman kurikulum yang kurang memperhatikan perbedaan individual, kurangnya bahan dan sumber pelajaran, yang kadang tidak sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.
b. Terlalu banyaknya beban belajar, beban tugas yang diberikan guru, terlalu besar isi kelas dan terlalu banyaknya tuntutan kegitan di sekolah.
c. Karena kelemahan sistem belajar dan mengajar di kelas sehelumnya.
d. Kekurang harmonisan keluarga siswa, kurangnya perhatian keluarga terhadap pelajaran siswa, teman sepermainan tidak menunjang belajar siswa, sering dimarahi anggota keluarga dan sebagainya.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan teoritis untuk dapat mengenali hambatan belajar yang dapat diidentifkasi lewat keadaankeadaan sebagai berikut:
a. Hasil belajar rendah, berada di bawah rata-rata kelompoknya, atau di bawah potensi dasar yang dimiliki siswa yang bersangkutan.
b. Hasil yang dicapai dalam belajar, tidak seimbang dengan usaha yang telah ditempuh.
c. Lebih lambat dalam menyelesaikan tugas dan kegiatan belajar menurut waktu yang disediakan dibandingkan dengan teman sebaya dan seusianya.
d. Menunjukkan tingkah laku yang kurang wajar, seperti misalnya acuh tak acuh, sering berdusta, berpura-pura, menentang dan sebagainya.
e. Menunjukkan perilaku yang menyimpang seperti membolos, sering menunjukkan perilaku destruktif pada teman-temanya.
f. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar seperti murung, mudah tersinggung, pemarah, tidak kurang gembira dalam menghadapapi situasi-situasi tertentu.
Hambatan belajar yang dialami siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________Kota Kediri dalam mata pelajaran Sejarah membawa dampak terhadap rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan hambatan belajar yang semakin memprihatinkan bagi kualitas belajar, maka dilakukan terobosan baru dengan program latihan mandiri guna menghasilkan motif prestasi, selain itu digalakkan wajib belajar, latihan soal dan banyak membaca melalui koleksi bahan bacaan yang lengkap. Hasil dari program latihan mandiri diharapkan akan dapat mengurangi hambatan belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________
2. Pengaruh Latihan Mandiri Terhadap Hasil Belajar
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan mandiri yang diberikan kepada siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________Kota Kediri berpengaruh terhadap hasil belajar Sejarah siswa (lihat tabel 7). Semakin tinggi frekuensi latihan mandiri yang diberikan oleh guru dan orang tua dalam setiap minggu, maka semakin baik hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA Negeri 1 Kediri, Sebaliknya semakin rendah frekuensi latihan mandiri yang diberikan oleh guru dan orang tua dalam setiap minggunya, maka semakin rendah hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________(lihat tabel 2).
Siswa yang mempunyai kepercayaan diri, tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, dan penyelesian tugas dengan baik menunjukkan bahwa pemberian latihan mandiri telah dilaksanakan dengan baik oleh siswa. Penerimaan latihan mandiri dan kemampuan siswa dalam mencapai kemandirian akan membawa dampak positif terhadap naiknya hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________Kota Kediri (lihat tabel 3). Keberhasilan latihan mandiri yang diberikan kepada siswa memberikan sumbangan yang cukup signifikan terhadap lahirnya motif prestasi dan hasil belajar Sejarah siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________(lihat tabel 10).
3. Pengaruh Motif Prestasi Terhadap Hasil Belajar
Motif prestasi lahir akibat dari latihan mandiri yang diterima, jika latihan mandiri ditolak oleh siswa, maka motif prestasi tidak akan pernah muncul. Semakin baik latihan mandiri diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh siswa, maka sernakin baik motif prestasi yang ada dalam diri siswa. Adapun variabel motif prestasi yang dimiliki oleh setiap siswa berbeda-beda, hal ini tergantung dari kemampuan siswa untuk rnelaksanakan latihan mandiri sebagai upaya rnelahirkan motif prestasi (lihat tahel 4).
Motif prestasi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________Kota Kediri dalam mata pelajaran Sejarah (lihat tabel 8). Semakin baik atau tinggi motif prestasi yang dimiliki oleh siswa, maka semakin baik pula hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Sebaliknya semakin rendah motif prestasi yang dimiliki oleh siswa, maka semakin rendah hasil belajar yang dicapai oleh siswa (lihat tabel 8). Motif prestasi berhubungan erat dengan penilaian terhadap keunggulan diri, keunggulan tugas dan keunggulan orang lain (lihat tabel 4).
Siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________menunjukkan peningkatan motif prestasi dibandingkan sebelum diberikannya latihan mandiri. Beberapa siswa menunjukkan kurangnya motif prestasi, sehingga akan berakibat pada rendahnya hasil belajar. Kurangnya motif prestasi bukan karena faktor ekstern, namun lebih disebabkan karena gagalnya penerimaan latihan mandiri oleh siswa yang bersangkutan dan faktor intern siswa itu sendiri.
4. Pengaruh Bahan Bacaan Terhadap Hasil Belajar
Semakin lengkap koleksi bahan bacaan Sejarah, maka semakin rnembantu dalam proses belajar siswa. Koleksi bahan bacaan rnerupakan salah satu variabel yang menentukan terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam mata pelajaran Sejarah.
Siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________yang mempunyai koleksi bacaan yang lengkap, maka ia akan memperoleh hasil belajar yang rnemuaskan (lihat tabel 5). Sebaliknya siswa yang memiliki koleksi bacaan yang kurang lengkap atau tidak lengkap, maka ia akan mencapai hasil belajar yang kurang memuaskan (lihat tabel 5).
Bahan bacaan sangat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar Sejarah, karena dengan semakin banyak bahan bacaan akan diperoleh banyak informasi tentang pelajaran Sejarah, baik itu melalul latihan soal atau pemecahan masalah yang berhubungan dengan pelajaran Sejarah. Bahan bacaan yang dimilki siswa meliputi catatan dari guru, buku paket, buku latihan soal dan sumber lain yang berhubungan dengan pelajaran Sejarah (lihat tabel 5).
Berdasarkan hubungan koleksi bahan bacaan dan hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________terhadap pelajaran Sejarah, maka sangat diperlukan penyediaan bahan bacaan oleh sekolah rnaupun orang tua dalam membantu proses belajar anak dalam upaya meningkatkan hasil belajar.
Ketiga komponen yang harus ditekankan kepada siswa dalam upaya meningkatkan hasil belajar dan mencetak generasi penerus yang berkualitas, maka perlu penerapan latihan mandiri, motif prestasi dan koleksi bahan bacaan yang lengkap. Keterkaitan antara ketiga komponen tersebut harus dipahami oleh semua pihak baik oleh guru, orang tua dan siswa sendiri.
Dengan diberikannya latihan mandiri akan dapat memunculkan motiv prestasi, sehingga semangat dan tekun dalam belajar menyatu dalam diri siswa untuk kemudian bisa memahami akan arti pentmgnya koleksi bahan bacaan bagi seorang pelajar (lihat tabel 10)

BABV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan rurnusan masalah, hasil penelitian dan pembahasan tentang meningkatkan hasil belajar Sejarah terhadap siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dengan metode latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan.
1. Hambatan belajar Sejarah yang dialami oleh siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________disebabkan oleh faktor internal (dari diri siswa) dan faktor eksternal (dari luar siswa/lingkungan). Setelah dilakukan program latihan mandiri, motif prestasi dan dihubungkan dengan koleksi bahan bacaan yang dimiliki siswa, maka dapat disimpulkan bahwa hambatan belajar siswa Kelas XII IPS-1 lebih disebabkan oleh faktor internal. Faktor internal yang dimaksud adalah kelemahan akademis, sikap negatif (malas, kurang percaya diri, kurang bertanggung jawab), kelemahan emosional, kelemahan dalam menguasai ketrampilan dasar belajar, dan kebiasaan bersikap salah dalam bertindak.
2. Latihan mandiri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA Negeri 1 Kediri. Semakin tinggi frekuensi latihan mandiri yang diberikan oleh guru dan orang tua, maka semakin kuat kemampuan latihan mandiri dapat dipraktekkan oleh siswa, sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam mata pelajaran Sejarah. Sebaliknya semakin rendak frekuensi latihan mandiri yang diberikan, maka semakin rendah pemahaman siswa terhadap kemandirian dan berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar Sejarah.
3. Motif prestasi dilahirkan melalui latihan mandiri, sehingga semakin baik pemahaman latihan mandiri akan membawa darnpak positif terhadap motif prestasi yang dimiliki siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________ Motif prestasi yang baik/tinggi akan berpengaruh terhadap tingginya hasil belajar yang dicapai oleh siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam belajar Sejarah. Semakin rendah motif prestasi, maka semakin rendah pula hasil belajar yang dicapai siswa Kelas XII IPS-1 SMA Negeri 1 Kediri dalam belajar Sejarah.
4. Koleksi bahan bacaan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam belajar Sejarah. Semakin lengkap koleksi bahan bacaan Sejarah, maka semakin tinggi hasil belajar yang diperoieh siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________Semakin sedikit/tidak lengkap koleksi bahan bacaan Sejarah yang dimiliki siswa, maka semakin rendah hasil belajar yang dicapai siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam belajar Sejarah.
5. Latihan mandiri. Motif prestasi dan koleksi bahan bacaan merupakan suatu rangkaian yang saling terkait dan mendukung sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XII IPS-1 SMA ____________dalam belajar Sejarah.

B. Saran
Peningkatan hasil belajar siswa merupakan harapan semua pihak, oleh karena itu perlu kerjasama yang baik antara pihak sekolah (guru), orang tua dan siswa untuk saling membantu dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa.
Hasil dari latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan dalam mewujudkan prestasi siswa sangat dirasakan. Dengan kenyataan ini disarankan kepada guru dan orang tua untuk menerapkan latihan mandiri, motif prestasi dan koleksi bahan bacaan siswa terhadap pelajaran Sejarah di SMA.
Disarankan agar penerapan latihan mandiri guna melahirkan motif prestasi dan kelangkapan koleksi bahan bacaan yang harus dimilki siswa hendaknya dilakukan pada setiap mata pelajaran. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam menerapkan metode pengajaran sesuai dengan fokus penelitian ini, yaitu latihan mandiri, motif prestasi dan bahan bacaan terhadap peningkatan hasil belajar siswa.





DAFTAR PUSTAKA

Aruan, DM. 1981. Pengantar Sederhana Penelitian Pendidikan. Proyek P3D. Jakarta : Depdikbud.
Conny Semiawan, dkk. 1987. Pendekatan Ketrampilan Proses. Jakarta : PT. Gramedia.
Mc.Clelland, David.C. 1961. Vie Achieving Society. New York: Van Nonstrand.
.........1953. The Achievement Motive. New York : Appleton Century-Crofts Inc.
Guntur Waseso, Mulyadi. 1984. Motif Prestasi, Latihan Mandiri dan Pertumbuhan Ekonomi, dalam Majalah Pendidikan No. 13. Th.XI Malang: FKIP-IKIP Malang.
Kelinger, Fred. N. 1981. Foundations of Behavioral Reseach. Second Edition. (- 1 alt-Saunders International Edotions-Tokyo-Japan.
Kimball, Young. 1956. Social Psychology 3rd edition. New York ; Appleton Century - Crofts Inc.
Nasutian, S. 1987. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta : PT. Bina Aksara.
Poerwadarminta, WJS. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : PN. Balai Pustaka.
Rahayu, Siti. 1983. Motivasi Prestasi Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Cara Mendidik Anak Pada Empat Kelompok Pekerjaan, dalam Analisis Pendidikan Nomer 1. Th. IV. Jakarta: Depdikbud.
Soewarno, Bambang. 1987. Metode Kuantitatif Dalam Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Pendidikan. Jakarta: PP-LPTK.
Suharsimi, Arikunto. 1987. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT. Bina Aksara.


LAMPIRAN I

EVALUASI SIKLUS I

I. Silanglah (x) hurur a, b, c, d atau e di depan jawaban yang peling benar !
1. Masa pendudukan Jepang bisa disebut sebagai garis pemisah dalam sejarah Indonesia modern, sebab........
a. Memecahkan hubungan sosial tradisional lokal dan mempersiapkan munculnya revolusi nasional
b. melahirkan tokoh - tokoh yang berjiwa nasionalis rasional
c. munculnya pergerakan nasional yang anti terhadap kolonialisme Barat terutama Belanda
d. penderitaan rakyat akibat penindasan Jepang menggerakan semangat anti penjajahan
e. pendudukan Jepang mampu mengembangkan semangat nasionalisme di kalangan pemuda
2. Ajaran filsafat bangsa Jepang yang mampu memberikan dorongan psikologis dan ideologis bagi lahirnya imperialisme adalah........
a. hinomaru
b. kimigayo
c. hakko I chiu
d. bushido
e. saikeirei
3. Rencana Jepang untuk melaksanakan perluasan wilayah di Asia secara makro telah dirumuskan dafam dokumen..........
a. tojo
b. koiso
c. hirohito
d. tanaka
e. terauchi
4. Dalam waktu singkt Jepang berhasil mengalahkan pasukan Belanda yang menguasai Indonesia, hal ini disebabkan............
a. Belanda kalah dalam perlengkapan persenjataan
b. Jepang telah membuat propaganda di Indonesia
c. mental pasukan Belanda telah mengalami kejenuhan
d. ketidak siapan pasukan Belanda dalam menghadap Jepang dan mengandalkan pasukan sekutu
e. semangat tempur pasukan Jepang tinggi
5. Dampak politik secara langsung kekaJahan Belanda atas Jepang yang ditunjukkan dalam Perjanjian Kalijati bagi bangsa Indonesia adalah.......
a. bangsa Indonesia secara resmi di jajah Jepang
b. Belanda harus meninggalkan wilayah Indonesia
c. pergerakan nasional mulai dilarang oleh pendudukan Jepang
d. munculnya kelompok masyarakat yang mendukung Jepang
e. Indonesia mengalami kondisi kekosongan kekuasaan
6. Dalam memuolai Perang Asia Timur Raya, Jepang menyerbu pangkalan AS di Pearl Harbour pada tanggal.........
a. 8 September 1941
b. 8 Desemberl942
c. 8 Desember 1941
d. 8 Nopember 1942
e. 8 September 1942
7. Beberapa tindakan berikut dilakukan oleh Jepang untuk mendapat dukungan rakyat Indonesia kecuali.........
a. mengadakan penetrasi perdagangan
b. mendirikan gereja untuk kaum Nasrani
c. mendirikan masjid di Kobe Jepang
d. memberi bea siswa belajar ke Jepang
e. menyebarkan ajaran “Nansjiron”
8. Berikut anggota pasukan ABDACOM, kecuali..........
a. Inggris
b. Amerika
c. Jerman
d. Belanda
e. Australia
9. Pemimpin tertinggi ABDACOM adalah........
a. Letjen A. CerPoorten
b. Thomas C Hart
c. Richard E.C. Puierce
d. SirAchibaldWavell

e. Karel Dooman
10. Berikut ini pembgian kekuasaart wilayah sesuai UU No. 1 Deamu Seirel, kecuali..............
a. Jawa dan Madura
b. Sumatra
c. Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Jaya
d. Jawa Timur dan Jawa Tengah
e. Kalimantan, Sulawesi

ESAY SIKLUS I

II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan jelas !
1. Sebutkan 3 faktor pendorong munculnya imperialisme Jepang !
2. Sebutkan dua langkah yang dilakukan Jepang untuk mewujudkan cita - cita menguasai persemakmuran Asia Timur Raya !
3. Sebutkan dua prioritas kebijakan Jepang atas rakyat Indonesia pada awal penjajahannya !
4. Jelaskan pada masa pendudukan Jepang terjadi depolitisasi terhadap lembaga politik tradisional di pedesaan !
5. Mengapa pada awal kedatangan Jepang disambut dengan baik oleh bangsa Indonesia ?
LAMPIRAN II

EVALUASI SIKLUS II

I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang paling benar!
1. Pemerintah Belanda akibat kekalahannya dengan Jerman pada waktu Hindia Belanda dikuasai oleh Jepang, melakukan pengungsian ke negara........
a. Inggris
b. Perancis
c. Spanyol
d. Portugal
e. Italy
2. Usaha yang dilakukan Jepang untuk menguasai Hindia Belanda (Indonesia) sebelum mempergunakan cara kekerasan (perang), didahului dengan mengirim misi ekonomi ke Indonesia yang dipimpin oleh.......
a. Kobayashi
b. Hitoshi Harada
c. Kumakichi Harada
d. Immamura
e. Kenjiro
3. Berikut ini adalah negara anggota ABDACOM dalam menghadapi serangan Jepang ke Indonesia kecuali.........
a. Belanda
b. Belgia
c. Amerika
d. Inggris
e. Australia
4. Gubernur Jendral Hindia Belanda saat datangnya serangan Jepang ke Indonesia dijabat oleh
a. A.C.D. de Great
b. B.C. de Jorge
c. D. Fock
d. A.W.L Carda van S. Stachouwer
e. S.P. van Limbung Stirum
5. Jepang pertama kali mendarat di pulau Jawa di daerah.........
a. Rembang
b. Cirebon
c. Batavia
d. Semarang
e. Surabaya
6. Perang Asia Timur Raya dimulai dengan ditandai dengan adanya serangan Jepang ke Paert Harbour
a. 8 Desember 1938
b. 8 Desember 1939
c. 8 Desemberl940
d. 8 Desember 1941
e. 8 Desember 1942
7. Piminan militer Jepang di Indonesia yang menerima penyerahan tanpa syarat Belanda adalah........
a. Kumacichi Harada
b. Immamura
c. Hitosi Harada
d. Kobayashi
e. Kenjiro
8. Yang bukan merupakan bukti ambis Jepang untuk menguasai Asia Timur pada masa Perang Dunia II, adalah............
a. Jepang menyerbu Korea, Manchura dan Cina
b. Terjadinya perang Jepang Rusia
c. Penembakan Kaisar Pu Yi sebagai penguasa di Manchuria
d. melakukan penjualan barang produksi Jepang ke seluruh dunia
e. mengadakan perjanjian dengan Inggris dan Jerman
9. Untuk menarik simpati bangsa - bangsa Asia Timur termasuk Indonesia Jepang menyebarkan sebuah ajaran yang disebut dengan ajaran.........
a. Dai Asia Sugi
b. Deikerei
c. Nansjinron
d. Djibakutai
e. Harakiri
10. Penerimaan pendudukan Jepang bersifat militeristis dan dilaksanakan dengan cara dictator. Hal ini dimaksudkan sebagai usaha Jepang untuk..........
a. memberikan perintah satu arah
b. menekan perjuangan Indonesia
c. mempersatukan wilayah Indonesia
d. mencapai tujuan perang Asia Timur Raya
e. membuat basis pertahanan di Indonesia
11. Daerah di Indonesia yang pertama kali behasil dikuasai oleh Jepang adalah............
a. Kragan
b. Medan
c. Balikpapan
d. Tarakan
e. Martapura
12. Jepang melakukan serangkaian penguasaan wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa dalam rangka menguasai jawa. Alasan utama tindakan Jepang tersebut adalah.......
a. Pulau Jawa sedang dikurung oleh kekuatan ABDACOM
b. Pulau Jawa merupakan sasaran akhir ekspansi Jepang di Asia Timur
c. Pulau Jawa hanya memiliki wilayah yang kecil sehingga kurang menguntungkan
d. Pulau Jawa memiliki kekuatan militer yang paling banyak karena penduduknya paling padat
e. pusat kekuasaan Belanda ada di Jawa
13. Dalam rangka menghadapi Jepang. Sekutu membentuk ABDACOM yang dipimpinoleh.......
a. Laksamana TC. Hart
b. Sir Archibald Wavell
c. Marsekal Richart E.C. Pierce
d. Letjen A. Ter Poorten
e. Jendral Immamura
14. Sebutan operasi yang dilakukan Jepang untuk merebut Pulau Jawa sebagai pusat kekuasaan Hindia Belanda adalah.............
a. operasi kilat
b. operasi katak
c. operasi gurita
d. operasi harimau
e. operasi matahari
15. Pejabat pimpinan tentaia keenambelas yang menguasai wilayah Jawa dan Madura adalah...........
a. Jenderal Yamasita
b. Laksamana Sibata
c. Jendral Nagano
d. Jendral Immaraura
e. Jendral Yamamoto
16. Pengaturan kekuasaan Jepang atas wilayah Indonesia didasarkan atas.....
a. Undang - undang No. 2 Osamu Seirei
b. Undang - undang No. 3 Osamu Seirei
c. Undang - undang No. 1 Osamu Seirei
d. Undang - undang No. 4 Osamu Seirei
e. Undang - undang No. 5 Osamu Seirei
17. Tidak semua surat kabar dilarang terbit pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Surat kabar yang diizinkan terbit pada masa Jepang yaitu.........
a. DjawaBaroe
b. Suara Asia
c. Merdeka
d. Asia Raya
e. Indonesia Merdeka
18. Pimpinan gerakan tiga A yang berkebangsaan Indonesia adalah
a. Soekardjo
b. Amir Syarifudin
c. Ahmad Seoberdjo
d. Mr. Samsudin
e. Chaerul Saleh
19. Wlayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Irian Jaya dikuasai oleh tentara kedua pimpinan.............
a. Jenderal Yamasita
b. Laksamana Sibata
c. Jendral Nagano
d. Jendral Immamura
e. Jendral Yamamoto
20. Alasan Jepang mengawasi orang - orang Cina di Indonesia lebih ketat adalah.....
a. kekhawatiran orang Cina menguasai perekonomian
b. orang Cina semula merupakan sahabat bangsa Belanda
c. sebagai balas dendam perlakuan bangsa Cina terhadap Jepang di Cina
d. merupakan musuh dalam perang dunia II
e. merupakan saingan dalam bidang ekonomi




ESAY SIKLUS II

II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dng benar !
1. Tujuan utama Jepang menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941 adalah.................
2. Kekalah Belanda atas Jepang dituangkan dalam pernjanjian...........
3. Salah satu pergerakan yang dibentuk Jepang yang dimanfaatkan para pemimpin nasional untuk pembinaan mental rakyat adalah..............
4. Jawa Hokokai merupakan lembaga yang dibentuk Jepang sebagai ganti dari..........
5. Undang - undang No. 27 tertanggal 5 Agustus 1942 berisi tentang............
6. Petani di Jawa berperan sebagai unit produksi dan konsumsi, hal ini sering disebut sebagai petani..........
7. Daerah tertinggi angka kematiannya pada masa pendudukan Jepang adalah........................
8. Pusat kebudayaan yang dibentuk ada tanggal 1 April 1943 oleh pemerintah Jepang disebut.................
9. Berdasar UU No. 27 Tahun 1942 di Pulau Jawa dikenal dengan daerah ken, yang setara dengan daerah............................
10. Barisan pemuda berusia antara 14 sampai 22 tahun yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang dikenal dengan..................


LAMPIRAN III

EVALUASI SIKLUS III


I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang paling benar!
1. Oleh Jepang Gakutotai sebagai organisasi para pelajar dibentuk dengan tujuan......
a. mendidik para pelajar mengerti cara - cara militer
b. memperoleh tenaga cadangan apabila dibutuhkan
c. untuk menekan para pelajar agar setia pada Jepang
d. untuk menampung aspirasi para pelajar
e. mempersatukan para pelajar agar tidak terjadi konflik
2. Pembantu prajurit Jepang yang disebut Heiho sebagian besar terdapat di kelompok..............
a. angkatan darat
b. angkatan udara
c. angkatan laut
d. angkatan kepolisian
e. keamanan rakyat
3. Sebutan bagi kelompok barisan pembantu polisi yang melaksanakan tugas keamanan pada masa pendudukan Jepang adalah........
a. kaibondan
b. heiho
c. kaigun
d. fujinkai
e. suisyintai
4. Pada masa pendudukan Jepang dilakukan tindakan di berbagai bidang. Tindakan di bidang militer antara lain ditandai dengan...........
a. berdirinya putera
b. berdirinya Jawa hokokai
c. berdirinya cou sangi in
d. berdirinya osamu seirei
e. berdirinya heiho
5. Demi alasan ketertiban Jepang mengelurkan peraturan Osamu Seirai No. 44 bulan Oktober 1943 mengatur mengenai.........
a. pembentukan heiho
b. pembentukan kaibondan
c. pembentukan suishintai
d. pembentukan seinendan
e. pembentukan PETA secara formal
6. Untuk melatih rakyat Indonesia dibentuklah pusat pendidikan militer yang tergabung dalam PETA yang disebut........
a. seinoendojo
b. heiho
c. kaibondan
d. seinendan
e. gakutotai
7. Wakil Jepang dalam penandatanganan piagam Kalijati adalah........
a. Tagano
b. Kumakici Harada
c. Kosio
d. Immamura
e. Tojo
8. Jepang berusaha mengubur pengaruh tradisi Barat di Indonesia merupakan dampak pendudukan Jepang dibidang...........
a. politik
b. ekonomi
c. sosial
d. budaya
e. militer
9. Salah satu tujuan didirikan keimin bunka syidosyo oleh Jepang adalah.......
a. menangkal budaya barat
b. mencetak tenaga wartawan
c. membentuk wadah para seniman
d. menciptakan kreativitas seniman
e. mencetak seniman
10. Cara - cara berikut ini dipergunakan Jepang untuk menangkal budaya barat agar tiak merasuk ke jiwa bangsa Indonesia, kecuali.......................
a. melarang orang - orang Belanda berkomunikasi
b. mengembangkan budaya asli rakyat Indonesia
c. mengembangkan bahasa Indonesia
d. mengajarkan bahasa Jepang di sekolah
e. melarang penggunaan bahasa Belanda

ESAY SIKLUS III

II. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !
1. Jelaskan dampak positif sistem pendidikan Jepang di Indonesia !
2. Sebutkan tiga daerah kekuasaan militer pada masa pendudukan Jepang !
3. Jelaskan dampak positif di bidang militer pendudukan Jepang di Indonesia!
4. Sebutkan kewajiban kepala desa pada masa pendudukan Jepang !
5. Buatlah hirarki structural pemerintahan daerah di Jawa pada masa pendudukan Jepang !